Malaysia Darurat Corona, Singapura Melonjak - Waspada

Malaysia Darurat Corona, Singapura Melonjak

  • Bagikan
Office workers out for lunch in KLCC area. 5 Jun 2020 Picture by Choo Choy May.

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Malaysia dan Singapura tengah mengalami lonjakan kasus infeksi harian dan kematian akibat Covid-19. Sehingga memasuki masa kritis.

Dilansir Malay Mail, Rabu (5/5/2021), otoritas Malaysia memperketat pembatasan pergerakan di enam distrik di Selangor untuk mengendalikan peningkatan infeksi virus Corona di sana.

Hal ini dilakukan seiring Malaysia menghadapi lonjakan kasus COVID-19 sejak dimulainya bulan suci Ramadhan — kasus harian mencapai 3.000 kasus minggu lalu untuk pertama kalinya sejak Februari.

Bahkan pada Selasa (4/5), Malaysia mencatat 23 kematian pasien corona dalam sehari, atau nyaris mendekati rekor 25 kematian dalam sehari yang tercatat di negara itu. Dengan tambahan 23 kematian ini menjadikan jumlah total kematian akibat Covid-19 di negara itu sejauh ini menjadi 1.574.

Seperti dilansir jumlah kematian harian pada Selasa (4/5) ini hampir menyamai jumlah rekor pada Februari 2021, terbesar sejak pandemi Corona melanda Malaysia pada 2020.

Malaysia telah mencapai angka kematian harian tertinggi dengan mencatat 24 kematian akibat corona pada 8 Februari lalu, tetapi ini dikalahkan oleh rekor 25 kematian dalam sehari yang dicatat pada 18 Februari lalu.

Sejak 18 Februari, jumlah kematian harian tetap di bawah angka 20. Namun pada Selasa (4/5) menjadi pertama kalinya angka kematian meningkat menjadi lebih dari 20 kematian.

Saat ini, data terbaru Kementerian Kesehatan juga menunjukkan 338 pasien COVID-19 saat ini berada di unit perawatan intensif (ICU), dengan 181 pasien membutuhkan ventilator.

Sementara itu, Singapura mengumumkan sejumlah pembatasan terkait virus Corona, termasuk larangan penonton di acara olahraga karena lonjakan kasus di negara itu.

Setelah lockdown parsial dan pengujian ketat serta pelacakan kontak, COVID-19 hampir menghilang di Singapura. Pihak berwenang dalam beberapa bulan terakhir melaporkan hampir tidak ada penularan lokal.

Tetapi kasus-kasus infeksi meningkat minggu lalu, dengan pejabat mengumumkan beberapa cluster baru, dan dalam tujuh hari terakhir 60 kasus infeksi yang ditularkan secara lokal telah dilaporkan.

Sebuah cluster di salah satu rumah sakit terbesar di Singapura telah berkembang menjadi 40 kasus, termasuk seorang pasien berusia 88 tahun yang meninggal pada hari Sabtu (1/5) lalu.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/5/2021), dengan pembatasan baru yang diumumkan pada Selasa (4/5), maka pertemuan akan dibatasi pada kelompok yang terdiri dari lima orang saja. Juga lebih banyak orang akan diminta untuk bekerja dari rumah.

“Beberapa minggu ke depan akan menjadi masa kritis bagi kita,” kata Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong. Dia memperingatkan akan adanya tindakan lebih lanjut jika situasinya memburuk, termasuk kemungkinan lockdown parsial lainnya.

Jumlah kasus infeksi Singapura sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, tetapi kemunculan cluster-cluster baru telah menimbulkan kekhawatiran di negeri Singa itu, yang ekonominya mengalami resesi terburuk tahun lalu karena virus Corona.

Otoritas di negara berpenduduk 5,7 juta jiwa itu sejauh ini telah melaporkan sekitar 61.000 kasus infeksi Corona dan 31 kematian. (malay mail/afp/m11)

  • Bagikan