Waspada
Waspada » Mahathir Tantang Najib Razak Buktikan Dirinya KKN
Internasional

Mahathir Tantang Najib Razak Buktikan Dirinya KKN

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melontarkan tantangan kepada pendahulu sekaligus muridnya, Najib Razak.

Dilansir Malay Mail Selasa (23/6/2020), dalam tantangannya, Mahathir meminta bukti tudingan Najib, di mana dia membiarkan anaknya melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) selama dirinya menjabat.

Dalam tulisannya di blog, pria 94 tahun ini mengklaim bahwa dia tidak pernah memberikan kontrak pemerintah kepada anak-anaknya. “Baru setelah saya mundur, mereka mulai berbisnis di Malaysia. Namun, mereka tidak melakukannya dengan kontrak pemerintah,” tegasnya.

Karena itu, mantan PM Malaysia itu menantang agar Najib Razak bisa memberikan bukti bahwa anaknya melakukan KKN. “Sama seperti bukti dokumen yang membuktikan engkau sebagai MO1 mengambil uang dari 1MDB,” ujar politisi berjuluk Dr M tersebut.

Mahathir merujuk kepada skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjeret Najib. Penyelidikan di AS mengungkapkan, dana yang dicuri dari 1MDB dikirim ke rekening sosok yang disebut “Pejabat Malaysia 1” atau “MO1”, merujuk pada Najib.

Unggahan Mahathir juga mengomentari discharge not amounting to an acquittal (DNAA), atau pembebasan namun bukan berarti bebas murni, dari anak tiri Najib. Riza Shahriz Abdula Aziz mendapatkan keputusan dari pengadilan tersebut atas lima dakwaan pencucian uang yang menjeratnya pada Mei lalu.

Dakwaan itu melingkupi dugaan dia menerima US$248.173.104 (sekitar 1,075 miliar ringgit), pada April 2011 dan November 2012. Dalam tulisannya, PM yang pernah berkuasa pada 1981 sampai 2003 itu menyebut DNAA tersebut merupakan kesepakatan yang manis.

Menggunakan analogi ayam curian, Mahathir menyerukan kepada anak tiri Najib itu untuk menyerahkan uang yang diambilnya ke Malaysia. Sebabnya, Riza hanya diperintahkan untuk mengembalikan US$107,3 juta, atau kurang dari setengah jumlah yang dituduhkan terhadapnya.

“Ini seperti mencuri 10 ekor ayam. Anda harus mengembalikan semuanya. Tidak peduli Anda sudah memasak atau menjual sembilan di antaranya,” sindir Dr M. Dia sudah menerangkan, keputusan pengadilan memberikan pembebasan bersyarat kepada Riza tidak berarti kejahatan terhadapnya gugur.

Dia menuturkan tawar menawar terkait dakwaan bukanlah hal umum di Negeri Jiran, seraya menyebut kasus Najib dan kroninya ditangani “terlalu murah hati”. (malay mail/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2