Waspada
Waspada » Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim Karena Terobsesi Jadi PM
Internasional

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim Karena Terobsesi Jadi PM

Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim,Sabtu (22/2/2020). AP

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyalahkan Anwar Ibrahim atas krisis politik yang melanda Malaysia sejak awal pekan lalu.

Pernyataan itu terjadi setelah Muhyiddin Yassin dilantik sebagai PM di Istana Negara oleh Raja Malaysia, Sultan Abdullah pada Minggu. Dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup, Mahathir mengatakan dia diberi tahu bahwa Anwar Ibrahim ingin dijadikan wakil PM pada 21 Februari.

Seperti dilaporkan Malay Mail, Senin (2/3/2020), permintaan yang diutarakan dalam pertemuan presidensial koalisi Pakatan Harapan itu ternyata berakhir tidak mulus. Muhyiddin Yassin yang melihat celah dalam permintaan itu lantas disebut menggalang dukungan yang dibutuhkan untuk menjadi PM.

Beberapa langkah yang dia tempuh antara lain dengan mengambil alih Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dan mulai menjajaki kerja sama dengan kelompok oposisi.

“Ketika Muhyiddin mengambil alih kepemimpinan saya di Bersatu, saat itulah krisis terjadi,” jelas politisi berusia 94 tahun tersebut. Mahathir merasa sangat kecewa karena dikhianati oleh mantan wakil PM era Najib Razak periode 2009 sampai 2015.

Mahathir juga melampiaskan kekesalannya kepada Anwar, yang dia anggap juga turut berkontribusi atas krisis politik Negeri Jiran. “Anwar ini sedikit terobsesi menjadi PM. Namun, dia tidak bisa menjalankan niatnya karena tidak mempunyai dukungan,” tegasnya.

Dia menuturkan di masa lalu, mantan seteru politik sekaligus pendampingnya di periode 1993 sampai 1998 tersebut memang mendapat banyak dukungan. Namun, Mahathir mengklaim bahwa kini dirinya yang mendapat dukungan. Jadi, dia memutuskan untuk melakukan langkah yang mengejutkan.

Oleh Sultan Abdullah, dia kemudian diminta untuk tetap bertahan sebagai penjabat, momen yang digunakannya untuk mencoba lagi merengkuh kekuatan. Politisi yang dijuluki Bapak Modernisasi Malaysia tersebut sempat mendapat banyak dukungan dari Pakatan Harapan agar dia kembali jadi PM.

Namun di luar dugaan, Anwar bersikeras untuk tetap dicalonkan sebagai kandidat PM. Hal itu lantas menjadikan dukungan di Pakatan terbelah. Perubahan dalam dukungan tersebut tak pelak memaksa Mahathir mengurungkan niat menunjukkan jumlah dukungan yang dia peroleh ke hadapan Raja Malaysia.

“Jika (Anwar tidak mencalonkan diri), mungkin suaranya yang berjumlah 60 itu bisa ditambahkan ke milik saya di angka 90,” jelasnya. (malay mail/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2