Mahathir Dan Anwar Ibrahim Kini Bersaing Jadi PM - Waspada

Mahathir Dan Anwar Ibrahim Kini Bersaing Jadi PM

  • Bagikan
Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim,Sabtu (22/2/2020). AP

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Semenjak Mahathir Mohamad mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin lalu, peta perpolitikan di Malaysia berubah drastis.

Awalnya, partai-partai dari koalisi dan oposisi berupaya mempertahankan Mahathir untuk kembali menjabat PM, namun kini mereka mengubah sikap.

Dalam pernyataan publik pertamanya, Rabu (26/2/2020), sejak mengumumkan pengunduran diri, Mahathir mengatakan bersedia dipilih kembali menjadi PM yang kedelapan. Dia akan berusaha membentuk pemerintah persatuan yang merangkul semua kepentingan politik.

“Pandangan saya, apakah benar atau salah, adalah (kepentingan) politik dan partai politik harus dikesampingkan saat ini. Jika diizinkan, saya mencoba untuk membentuk pemerintahan yang tidak condong ke pihak mana pun. Hanya kepentingan nasional yang akan diprioritaskan,” kata Mahathir.

Beberapa saat kemudian, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibarahim  mengatakan, dia mendapat dukungan dari 92 anggota Parlemen Dewan Rakyat asal tiga partai pendukung Pakatan Harapan, yakni PKR, Partai Aksi Demokratik (DAP) dan Parti Amanah Negara (Amanah) untuk menjadi PM berikutnya. Meski demikian jumlah dukungan itu masih kurang untuk mencapai mayoritas minimum yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan, yakni 122 kursi.

Anwar menambahkan, keputusan Pakatan untuk mengusungnya menjadi PM tak lepas dari sikap yang diambil Mahathir. Mahathir diundang ke pertemuan para pemimpin Pakatan Harapan, namun menolak hadir.

“Dewan kepresidenan Pakatan Harapan mengundang Mahathir untuk memimpin pertemuan pada Selasa guna mengembalikan pemerintahan PH, namun dia tidak menghadiri pertemuan itu. Karena itu, dewan memutuskan untuk mencalonkan Anwar Ibrahim sebagai kandidat perdana menteri PH,” kata Anwar.

Partai koalisi Pakatan sebelumnya berjanji untuk terus mendukung Mahathir tetap sebagai PM, namun Mahathir punya rencana sendiri yakni membentuk pemerintah persatuan yang akan mencakup anggota parlemen dari Pakatan serta kubu oposisi dari Partai Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) dan Parti Islam SeMalaysia (PAS).

Sementara itu anggota parlemen dari PAS dan UMNO menandatangani surat pernyataan (SD) untuk mendukung Sri Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri baru. Wakil Presiden PAS Tuan Ibrahim Tuam Man mengatakan, sebelumnya partai bersama UMNO menandatangani SD untuk mendukung Mahathir sebagai perdana menteri.

“Begitu Mahathir mengumumkan pengunduran diri dan menolak menerima posisi tersebut, Muafakat Nasional menandatangani SD untuk Muhyiddin,” kata Ibrahim. Namun jika usulan tersebut tak mendapat dukungan suara mayoritas di Parlemen, pihaknya mengusulkan Parlemen dibubarkan untuk digelar Pemilu. (the star/straits times/And)

 

  • Bagikan