Waspada
Waspada » Lecehkan Ka’bah Dengan Simbol LGBT, 4 Mahasiswa Ditangkap
Internasional

Lecehkan Ka’bah Dengan Simbol LGBT, 4 Mahasiswa Ditangkap

ISTANBUL, Turki (Waspada): Empat mahasiswa Universitas Bogazici di Istanbul, Turki, ditangkap karena dinilai melecehkan Ka’bah dengan simbol kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Dilansir BBC, Minggu (31/1/2021), keempat mahasiswa itu ditangkap karena menampilkan sebuah “karya seni” yang menggambarkan simbol pelangi LGBT di samping gambar Ka’bah, situs paling suci dalam Agama Islam.

Kantor Gubernur Istanbul menyatakan, aksi mahasiswa itu adalah serangan buruk yang menista keyakinan agama. Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, dalam cuitannya di Twitter menyebut para mahasiswa itu sebagai para pelaku penyimpangan.

“Empat orang LGBT menyimpang yang melakukan penghinaan terhadap Ka’bah al-Muazhzhamah (Ka’bah yang Diagungkan) telah ditahan di Universitas Bogazici!” ungkap sang menteri lewat tweet-nya, Sabtu (30/1/2021).

Homoseksualitas menjadi semacam barang legal sepanjang sejarah Turki modern. Namun, sikap oposisi resmi terhadap komunitas LGBT telah tumbuh berkembang di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

Penyelenggaraan Istanbul Pride (pawai atau parade besar tahunan kaum LGBT di Kota Istanbul) dilarang selama lima tahun berturut-turut sejak 2015. Sementara, wabah Covid-19 benar-benar mencegah upaya dalam bentuk apapun untuk mengadakan acara itu pada 2020.

“Karya seni” yang menjadi alasan penangkapan empat mahasiswa itu dilaporkan menggambarkan simbol pelangi LGBT di samping Ka’bah. Ada pula gambar Shahmaran—makhluk mitos Timur Tengah yang populer dengan rupa setengah wanita dan setengah ular.

Penasihat Utama Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin mengatakan, penggambaran semacam itu tidak layak dipertahankan, baik dalam konteks kebebasan berekspresi maupun hak untuk menyampaikan aspirasi.

“Tindakan tersebut akan menerima ganjaran yang pantas dijatuhkan di hadapan hukum,” ujarnya. Gambar nyeleneh itu muncul di tengah aksi protes mahasiswa terkait penunjukan Profesor Melih Bulu sebagai rektor Universitas Bogazici.

Para demonstran menuding profesor itu memiliki hubungan dekat dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pendukung Erdogan. (bbc/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2