Waspada
Waspada » LCS Tegang, 2 Kelompok Kapal Induk AS Gelar Latihan Militer
Headlines Internasional

LCS Tegang, 2 Kelompok Kapal Induk AS Gelar Latihan Militer

Amerika Serikat (AS) sejumlah mengirim kapal induk ke Laut China Selatan (LCS), bahkan kali ini dalam dua kelompok, termasuk USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz. Reuters

WASHINGTON, AS (Waspada): Amerika Serikat (AS) kembali mengirim kapal induk ke Laut China Selatan (LCS), bahkan kali ini dua kelompok. Kedua kapal induk itu, masing-masing didampingi beberapa kapal lain menggelar latihan perang.

Dilansir Reuters, Selasa (9/2/2021), Angkatan Laut AS dalam pernyataannya menyebutkan, dua kelompok melakukan operasi bersama. Ini merupakakan operasi pertama melibatkan dua kapal induk sekaligus sejak Juli 2020 di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.

Disebutkan, dua kapal induk, USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz, melakukan operasi bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas antarkapal serta kemampuan komando dan kendali.

“Kami berkomitmen untuk memastikan penggunaan wilayah laut yang sah, bisa dinikmati semua negara berdasarkan hukum internasional,” kata Jim Kirk, komandan USS Nimitz Carrier Strike Group.

Laut China Selatan merupakan jalur perdagangan yang sibuk yang juga memicu konflik AS dengan China.  AS menentang klaim teritorial China di perairan yang diperebutkan dengan negara-negara Asia Tenggara itu.

Negara Paman Sam terakhir mengirim satu kelompok kapal induk, yakni USS Theodore Roosevelt dan tiga kapal perang, ke Laut China Selatan pada 23 Januari lalu.

China berulang kali mengeluhkan kehadiran kapal-kapal Angkatan Laut AS mendekati pulau-pulau di Laut China Selatan yang diduduki.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mengkritik kehadiran kapal perang AS. Disebutkan, aksi unjuk kekuatan AS dinilai tak baik untuk membuat iklim perdamaian.

“Ini tidak kondusif untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata Juru Bicara Kemlu China, Zhao Lijian, mengomentari kehadiran USS Theodore Roosevelt, saat itu. China mengklaim punya kedaulatan tak terbantahkan seraya menuduh AS sengaja memicu ketegangan. (reuters/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2