Waspada
Waspada » Langgar Lockdown, Wakil Menkes Malaysia Didenda Rp3,5 Juta
Internasional

Langgar Lockdown, Wakil Menkes Malaysia Didenda Rp3,5 Juta

Wakil Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Noor Azmi Ghazali (tengah) didenda karena melanggar aturan lockdown. Straits Times

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Wakil Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Noor Azmi Ghazali, dihukum denda karena melanggar aturan lockdown yang diberlakukan untuk membatasi penyebaran virus corona (Covid-19). ia mengaku bersalah atas pelanggaran tersebut.

Seperti dilansir The Star, Selasa (28/4/2020), Dr Noor Azmi didakwa melanggar perintah pengendalian pergerakan (MCO) bersama seorang anggota dewan daerah wilayah Perak, Razman Zakaria, dan 13 orang lainnya. Kasus keduanya disidangkan pada Selasa (28/4).

Dakwaan melanggar MCO ini dijeratkan setelah muncul foto yang menunjukkan Dr Noor Azmi dan Razman sedang makan bersama dengan belasan orang lainnya saat berkunjung ke sebuah pondok pesantren di Lenggong, Perak pada 18 April lalu. Razman diketahui merupakan anggota dewan eksekutif daerah Perak.

Kunjungan itu dilakukan setelah keduanya mengunjungi sebuah klinik kesehatan setempat untuk memeriksa persiapan otoritas kesehatan distrik Hulu Perak dalam mengendalikan wabah virus corona. Keduanya mengunjungi pondok pesantren itu untuk shalat Ashar dan kemudian makan bersama.

Foto yang menunjukkan aktivitas makan bersama itu diunggah ke halaman Facebook milik Dr Noor Azmi, yang juga menjabat anggota parlemen Bagan Serai. Foto itu menuai kritikan tajam dari publik dan akhirnya dihapus. Diketahui bahwa perkumpulan publik dilarang selama MCO diberlakukan.

Keduanya didakwa melanggar pasal 6 ayat 1 Aturan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tahun 2020. Menurut dokumen dakwaan, keduanya ditemukan di area terinfeksi untuk tujuan sosial.

Dr Noor Azmi dan Razman mengaku bersalah atas dakwaan itu. Hakim Norhidayati Mohammad Nasroh menjatuhkan hukuman denda masing-masing 1.000 Ringgit (Rp 3,5 juta), dengan hukuman pengganti 1 bulan penjara jika uang denda tidak dibayarkan. (the star/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2