Waspada
Waspada » Kriminalitas Di India Meroket Selama Pandemi Virus Corona
Internasional

Kriminalitas Di India Meroket Selama Pandemi Virus Corona

Police patrol as people queue outside a branch of the State Bank of india to exchange old high denomination bank notes in Old Delhi, November 10, 2016. REUTERS/Cathal McNaughton

New Delhi, India (Waspada): Angka kejahatan jalanan di India semakin meroket di tengah pandemi virus corona. Terutama sejak pemerintah mulai melonggarkan peraturan lockdown virus corona bulan lalu.

Dikutip dari Deutsche Welle, Selasa (21/7/2020), peningkatan angka pengangguran memperburuk keadaan. Pandemi ini juga membuat ekonomi India babak-belur. Banyak perusahaan telah memecat staf, dan sektor informal juga mengalami krisis.

Para ahli mengatakan bahwa meningkatnya pengangguran selama krisis corona dapat mendorong banyak orang melakukan kejahatan, terutama kaum muda. Dalam sebuah kasus, dua mantan manajer restoran dan karyawan sebuah toko material dinyatakan bersalah karena telah mencuri ponsel dan perhiasan.

India melaporkan lebih dari satu juta infeksi Covid-19 terjadi di negaranya. Lebih dari 25.000 orang telah meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan virus tersebut. Negara ini mencatatkan infeksi terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.

Pihak berwenang melaporkan bahwa kejahatan dunia maya juga meningkat sejak dimulainya pandemi. Di negara bagian Maharashtra saja, polisi mencatatkan telah terjadi 400 kasus kejahatan di dunia maya, di antaranya termasuk kejahatan ujaran kebencian di internet.

“Kami telah menginstruksikan otoritas kontrol untuk menghapus pos semacam itu dari internet,” ujar Balsing Rajput, petugas kepolisian Maharashtra yang bertanggung jawab atas kejahatan dunia maya. Kasus penipuan transfer uang secara online juga meningkat.

“Kami telah menemukan bahwa penipu dunia maya telah membuat situs web palsu yang mirip dengan situs jasa pengiriman uang untuk mengelabui pelanggan yang tidak menaruh curiga saat bertransaksi online,” ujar seorang pejabat berwenang di India.

Penjahat di dunia maya juga memanipulasi sejumlah foto perempuan untuk memeras mereka. “Kami telah menerima banyak keluhan, dari memposting gambar cabul hingga ke ancaman online dan pemerasan,” kata Akancha Srivastava, pakar keamanan siber dan pendiri yayasan pendidikan anak-anak, Akancha Foundation.

Sejauh ini, pemerintah India memperingatkan warganya tentang beredarnya pesan teks atau email palsu. Warga juga diminta untuk melaporkan kasus penipuan online, ancaman dunia maya atau pemerasan kepada pihak berwenang. (dw/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2