Waspada
Waspada » Korsel Darurat Corona: Nyaris 1.000 Orang Terinfeksi, 10 Tewas
Internasional

Korsel Darurat Corona: Nyaris 1.000 Orang Terinfeksi, 10 Tewas

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kedua kiri) memimpin rapat penanggulangan virus corona, Selasa (25/2/2020). AP

SEOUL, Korea Selatan (Waspada): Presiden Moon Jae-in mengatakan wabah virus corona tipe baru (COVID-19) di Korea Selatan (Korsel) sudah sangat serius. Hal itu dia sampaikan saat tengah mengunjungi pusat wabah virus di Daegu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengonfirmasi 144 kasus baru dalam update-nya. Saat ini, total kasus virus corona di negara itu 977, dan 10 orang tewas, jumlah terbesar di luar China. Lebih dari 80 persen infeksi terjadi di kota terbesar keempat Korea Selatan, Daegu dan provinsi tetangga, Gyeongsang Utara.

“Situasinya sangat genting,” kata Presiden Moon, dalam kunjungannya ke Daegu, seperti dilaporkan AFP, Selasa (25/2/2020). Dia mengenakan seragam pejabat darurat dan berjanji akan mendukung penuh pemerintah. “Kami akan mencapai kemenangan dalam perang melawan virus ini,” kata dia.

Jalan-jalan Daegu -yang berpenduduk 2,5 juta orang- sebagian besar sepi selama berhari-hari, terlepas dari antrean panjang di beberapa toko yang masih menjual masker. Pihak berwenang mendesak masyarakat esktra hati-hati, menyarankan warga tinggal di rumah jika mengalami demam atau gejala pernapasan.

Parlemen Korea Selatan membatalkan pertemuan setelah dikonfirmasi seseorang dengan virus corona menghadiri pertemuan pekan lalu. Maskapai negara itu, Korean Air, juga melaporkan seorang anggota kru kabin dinyatakan positif virus korona, tanpa memberikan informasi lebih lanjut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDS) menyarankan para pelancong menghindari semua perjalanan yang tidak penting ke Korea Selatan.

Hong Kong juga menyatakan tidak akan mengizinkan kedatangan turis dari Korea Selatan selain dari penduduk yang pulang, sementara Mongolia memberlakukan larangan penerbangan dari dan ke Korea Selatan mulai hari ini.

Kerja di Rumah

Sementara itu di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe mulai resah dengan berkembangnya kasus virus mematikan itu dan meminta warganya untuk bekerja dari rumah atau setidaknya mengurangi jam kerja di kantor.

Menurut Abe, bekerja dari rumah dengan memanfaatkan akses internet dapat mengurangi risiko penularan virus. Pemerintah mencari cara efektif untuk mencegah penyebaran virus.

Hingga Selasa, Jepang mengonfirmasi 159 kasus. Korban meninggal mencapai tiga orang, dua di antaranya terkait dengan kapal pesiar Diamond Princess yang sempat bersandar di pelabuhan Yokohama, Jepang.

Angka korban terinfeksi tersebut menempatkan Jepang di urutan ketiga negara dengan kasus virus corona terbanyak di luar China, di bawah Korea Selatan dan Italia.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban tewas di dunia akibat corona mencapai 2.702 sementara 80.000 orang terinfeksi. (AP/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2