Waspada
Waspada » Korban Tewas Virus Corona Bertambah Menjadi 106
Internasional

Korban Tewas Virus Corona Bertambah Menjadi 106

Petugas medis merawat korban virus corona di ruang gawat darurat Rumah Sakit Zhongnan di Universitas Wuhan. AP

WUHAN, China (Waspada): Pemerintah China mengumumkan bahwa korban tewas akibat virus corona telah mencapai 106 orang, dengan lebih dari 4.500 orang terinfeksi.

Seperti dilansir AFP, Selasa (28/1/2020), berdasarkan pernyataan resmi komite kesehatan nasional, 26 orang tewas dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Jumlah 106 orang yang meninggal menjadi lonjakan yang hampir dua kali lipat setelah pada Senin (27/1/2020), korban berada di angka 82 orang.

Komisi Kesehatan Nasional China juga menuturkan, jumlah orang yang terpapar virus corona mencapai 4.515, dua kali lipat dibanding 2.744 sehari sebelumnya. Badan kesehatan China melanjutkan, saat ini mereka masih menunggu konfirmasi laboratorium terkait 7.000 orang yang diduga terkena virus.

Ketakutan akan adanya penyebaran masif terjadi setelah pada Minggu (26/1/2020), Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang memberikan konferensi pers. Dengan mengenakan masker, Zhou mengatakan bahwa lima juta warganya sudah meninggalkan Wuhan saat pulang kampung jelang perayaan Tahun Baru Imlek.

60 Orang Sembuh

Komisi Kesehatan Nasional China juga menyebut 60 pasien virus corona di wilayahnya, dinyatakan telah sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Data ini tercatat pada Senin (27/1) tengah malam waktu setempat.

Tiga pasien di antaranya dilaporkan sebagai petugas medis yang terinfeksi virus corona saat merawat para pasien yang terinfeksi virus yang sama.

Laporan CGTN menyebut tiga petugas medis itu telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari Rumah Sakit Serikat Wuhan pada Selasa (28/1) siang waktu setempat. Ketiga petugas medis itu merupakan bagian dari 15 petugas medis di kota Wuhan yang terinfeksi virus corona saat merawat para pasien.

Trump Tawarkan Bantuan

Presiden Donald Trump menawarkan kepada Beijing jika negaranya bisa memberikan bantuan guna memerangi patogen mematikan tersebut. Meski begitu bersama Turki dan Jerman, Washington meminta warganya untuk meninjau kembali rencana perjalanan mereka ke China.

Pada Senin, Malaysia resmi mengeluarkan larangan bagi setiap turis yang datang dari Hubei, provinsi yang menjadi asal mula penyebaran penyakit. Kemudian Mongolia, negara yang sangat bergantung perdagangannya dengan Beijing, memutuskan untuk menutup pintu perbatasan darat.

Mereka juga melakukan langkah drastis lain dengan menangguhkan sekolah hingga 2 Maret, dan meminta warga tak berkumpul dalam jumlah besar. (afp/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2