Korban Tewas Corona Di India Tembus 300.000, Tertinggi Ketiga Di Dunia - Waspada

Korban Tewas Corona Di India Tembus 300.000, Tertinggi Ketiga Di Dunia

  • Bagikan
Seorang petugas kesehatan di Desa Burhang Mayong, Negara Bagian Assam, India, melakukan tes usap kepada seorang bocah. Pemerintah India mengumumkan korban tewas akibat wabah Covid-19 mencapai 303.720 orang. AP

NEW DELHI, India (Waspada): Pemerintah India mengumumkan korban tewas akibat wabah Covid-19 mencapai 303.720 orang berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Dengan demikian India menjadi negara dengan jumlah korban tewas tertinggi ketiga di dunia, di bawah Amerika Serikat dan Brasil.

Dilansir AFP, Senin (24/5/2021), otoritas India menyatakan, sebanyak 50.000 kematian baru terdeteksi dalam dua pekan terakhir. total kasus Covid-19 di india juga meningkat, mencapai 26,7 juta orang.

Negara di kawasan Asia Selatan tersebut terus mencatatkan rekor di infeksi maupun kematian harian dalam beberapa pekan terakhir. Dalam 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan ‘Negeri Bollywood’ menerangkan terdapat 4.454 orang yang meninggal karena virus corona.

Adapun pada Rabu pekan lalu, negara itu sempat menorehkan rekor dengan melaporkan 4.529 kematian karena corona. Banyak pakar meyakini, data sebenarnya jauh lebih tinggi karena pandeminya sudah menyebar dari kota besar ke kawasan pedesaan.

Gelombang kedua corona ini tidak saja membuat sistem kesehatan kewalahan, dengan rumah sakit kehabisan oksigen maupun ranjang pasien. Sektor pemakaman juga terkena imbasnya, dengan antrean yang mengular terlihat di berbagai krematorium.

Bahkan, sepanjang dua pekan terakhir muncul kabar adanya jenazah diduga korban Covid-19 yang hanyut di Sungai Gangga. Menurut laporan kantor berita Reuters fasilitas medis pedesaan India bobrok.

Sedikit dokter serta perawat yang bekerja di lapangan. Artinya banyak klinik dijalankan oleh orang-orang yang tidak memiliki pelatihan. Di desa Parsaul, sekitar 60 km (40 mil) dari ibu kota New Delhi, Reuters menemukan seorang mantan pekerja rumah sakit India, yang tanpa pendidikan medis, menjalankan sebuah klinik kecil tanpa izin.

Dia merawat pasien yang kesulitan bernapas, dan memeriksa kadar oksigen pasien saat mereka berbaring di ranjang anyaman bambu. Mantan asisten rumah sakit, yang hanya diketahui berusia 52 tahun tersebut, pindah dari satu ranjang ke ranjang lain.

Sementara kantong infus yang kosong menumpuk di bawah tangga berdinding bata. “Pasien dengan demam dan masalah pernapasan telah meningkat dalam dua bulan terakhir,” kata mantan asisten tersebut. (reuters/afp/m11)

  • Bagikan