Konvoi PBB Diserang Di Afghanistan, 5 Personel Keamanan Tewaa - Waspada

Konvoi PBB Diserang Di Afghanistan, 5 Personel Keamanan Tewaa

  • Bagikan
Konvoi Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afghanistan (UNAMA) diserang di distrik Surobi, Kabul, pada Kamis (11/2). Lima pengawal dilaporkan meninggal dunia. 124 News

KABUL, Afghanistan (Waspada): Lima personel keamanan Afghanistan tewas ketika mengawal konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Belum diketahui motif dan pihak yang melancarkan serangan tersebut.

Dilansir AFP, Jumat (12/2/2021), Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afghanistan (UNAMA) mengatakan tidak ada personel PBB yang terluka dalam serangan yang terjadi di distrik Surobi, provinsi di luar ibu kota Kabul. Serangan itu terjadi pada Kamis (11/2) waktu setempat.

“Keluarga PBB di Afghanistan berduka atas kehilangan lima personel Direktorat Layanan Perlindungan Afghanistan dalam insiden hari ini di distrik Surobi, Kabul,” tulis UNAMA di Twitter, merujuk pada Unit Kementerian Dalam Negeri yang menyediakan personel keamanan untuk PBB dan kedutaan asing lainnya.

“Tidak ada personel PBB yang terluka atau kendaraan yang terkena dampak dalam serangan konvoi PBB,” tambahnya. “Kekerasan di Afghanistan harus diakhiri,” cuit Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Afghanistan, Ramiz Alakbarov.

Sebelumnya, dua orang tewas dalam serangan teror bom di Kabul, ibu kota Afghanistan. Korban tewas, termasuk seorang kepala polisi setempat pada Rabu pagi (10/2) waktu setempat.

Juru bicara polisi, Ferdaws Faramarz mengatakan kepada wartawan bahwa dua orang tewas dan beberapa orang lainnya cedera akibat ledakan bom di jantung kota Kabul itu.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian menyebut salah satu dari korban tewas adalah seorang kepala polisi distrik di ibu kota.

Beberapa menit sebelumnya, ledakan lain yang menargetkan kendaraan di distrik yang sama melukai empat orang. Ledakan ketiga menargetkan kendaraan polisi di distrik Paghman di pinggiran Kabul.

Pihak berwenang tidak mengatakan apakah ledakan itu disebabkan oleh ‘bom lengket’ yang melekat pada kendaraan, atau ada alat peledak rakitan di pinggir jalan.

Kekerasan di Afghanistan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir meski Taliban dan pemerintah Afghanistan sudah terlibat pembicaraan damai sejak September lalu di Qatar.

Negosiasi sejauh ini gagal mencapai terobosan apa pun. Taliban terus melakukan serangan harian yang menargetkan pasukan pemerintah di seluruh daerah pedesaan.

Angka kekerasan melonjak di ibu kota termasuk pembunuhan terhadap orang-orang terkemuka Afghanistan seperti jurnalis, aktivis, hakim, dan politisi. Pembunuhan ini telah menebarkan ketakutan dan kekacauan di Afghanistan. (afp/m11)

  • Bagikan