Koalisi PM Malaysia Menang Telak Dalam Pemilu Melaka - Waspada

Koalisi PM Malaysia Menang Telak Dalam Pemilu Melaka

  • Bagikan
Warga diperiksa suhu tubuhnya sebelum melakukan pemungutan suara pemilihan umum di Melaka, Malaysia, pada Sabtu, 20 November. Koalisi pimpinan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menang telak jelang pemilu nasional Malaysia yang dapat digelar tahun depan. Malay Mail

     MELAKA, Malaysia (Waspada): Koalisi pimpinan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menang dalam pemilihan umum Melaka pada Sabtu, 20 November.

     Dilansir dari CGTN, Minggu (21/11/2021), Ini merupakan kemenangan krusial PM Ismail menjelang pemilu nasional Malaysia yang dapat digelar tahun depan.

     Barisan Nasional (BN), koalisi PM Ismail yang dipimpin Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), meraih 21 dari 28 kursi dewan perwakilan daerah di negara bagian Melaka.

     Pemilu Melaka digelar usai beberapa anggota dewan dari koalisi berkuasa menarik dukungan untuk kepala menteri negara bagian. Penarikan dukungan itu memicu pembubaran dewan perwakilan daerah Melaka pada 5 Oktober.

     BN, yang sudah menguasai Malaysia sejak kemerdekaan negara tersebut pada 1957, kalah di Melaka dan juga kehilangan kendali pemerintahan untuk kali pertama usai dikalahkan koalisi Pakatan Harapan (PH) dalam pemilu 2018.

     Menyusul robohnya PH pimpinan Mahathir Mohamad di tahun 2020, BN kembali bangkit usai bermitra dengan sejumlah pembelot dari PH di bawah pemerintahan yang dipimpin Muhyiddin Yassin.

     Muhyiddin, yang memimpin Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), mengundurkan diri pada 16 Agustus untuk kemudian digantikan oleh wakil presiden UMNO, Ismail Sabri Yaakob, yang dilantik sebagai PM baru Malaysia lima hari setelahnya.

     Sejumlah pihak memandang pemilu Melaka sebagai sebuah tes untuk melihat apakah BN yang dipimpin UMNO dapat maju sendiri dalam pemilu nasional Malaysia, yang harus digelar sebelum Juli 2023.

     Para analis memperkirakan pemilu nasional Malaysia dapat digelar paling cepat pertengahan 2022, saat pakta kerja sama antara pemerintah dan oposisi berakhir. (cgtn/m11)

  • Bagikan