Waspada
Waspada » Kerusuhan UU Anti-Muslim Di India Tewaskan 21 Orang
Headlines Internasional

Kerusuhan UU Anti-Muslim Di India Tewaskan 21 Orang

Sekelompok orang memukuli seorang pria dalam kerusuhan yang menentang UU Kewarganegaraan di New Delhi, India. Reuters

NEW DELHI, India (Waspada): Demonstrasi yang menentang penerapan UU anti-Muslim atau UU Amandemen Kewarganegaraan (CAA) hingga Rabu (26/2/2020) menjadi pertumpahan darah setelah sedikitnya 21 orang dilaporkan tewas.

Sebuah masjid di pusat kota New Delhi menjadi sasaran amukan dan dibakar oleh kelompok Hindu sayap kanan sebagai bentuk kebencian dan polisi dituduh membantu mereka.

Unjuk rasa telah berlangsung sejak akhir pekan lalu. Namun, pada Senin, atau sehari menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kondisinya semakin memburuk.

Seperti dilaporkan kantor berita Anadolu Agency, empat orang yang meninggal pada Rabu termasuk seorang polisi. Jumlah tersebut menambah daftar korban kerusuhan menjadi 20, dan ratusan orang lain yang luka-luka.

“Jumlah korban tewas mencapai 20, dengan 189 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Sekitar 60 orang menderita luka tembak,” terang Sunil Kumar dari Rumah Sakit Guru Teg Bahadur.

Mereka yang terluka beberapa di antaranya adalah reporter. Satu orang terkena peluru dan dua lainnya dipukuli massa di tengah kerusuhan. Polisi dan paramiliter juga ikut menjadi korban luka-luka.

“Lebih dari 100 orang luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit, dan sampai sekarang kami terus kedatangan pasien,” ucap Dr Rajesh Kalra, tenaga medis tambahan di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur.

Akibat dari peristiwa ini, pemerintah India menerapkan kebijakan Section 144, yang melarang pertemuan publik massal selama sebulan di kota, dan diberlakukan jam malam di daerah yang terdampak kerusuhan. Polisi juga diizinkan menembak siapa pun yang berulah.

Kerusuhan terjadi setelah pemimpin Bharatiya Janata Party (BJP), Kapil Mishra, memperingatkan polisi untuk mensterilkan lokasi unjuk rasa sebelum kunjungan resmi Trump. Dalam sebuah video yang diunggah di Twitter, juga terlihat Kapil Mishra memberi ultimatum ke para polisi.

Namun tak lama kemudian sekelompok demonstran yang mendukung CAA datang ke lokasi unjuk rasa dengan pengawalan kepolisi. Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan para pria meneriakkan “Jai Shree Ram” atau “Hail Lord Ram”, slogan yang identik dengan Hindu sayap kanan, dan dilanjutkan dengan pelemparan batu.

UU Kewarganegaraan baru menjadi kontroversi lantaran memberi amnesti untuk imigran non-Muslim dari tiga negara tetangga, Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh, yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam untuk mendapatkan status kewarganegaraan India. Para demonstran yang menolak menilai UU itu mendiskriminasi orang-orang Islam.

Pemberlakuan CAA yang dikombinasikan dengan Pendaftaran Kependudukan Nasional (NRC) memicu kekhawatiran bahwa lebih dari 200 juta muslim India akan semakin terpinggirkan.

Di Negara Bagian Assam, otoritas setempat mengkaji kembali status kependudukan sekitar 2 juta warganya, sebagian besar Muslim. Jika tak bisa menunjukkan bukti berasal dari suku asli, maka status kewarganegaraan India mereka akan dicabut. (afp/anadolu/al-jazeera/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2