Waspada
Waspada » Kemenangan Di Depan Mata, Kamala Harris Jadi Pujaan Di India
Internasional

Kemenangan Di Depan Mata, Kamala Harris Jadi Pujaan Di India

Poster Kamala Harris di desa Thulasendrapuram, India. Perempuan keturunan India itu menjadi panutan dan pujaan di negara asal kakeknya tersebut. Reuters

NEW DELHI, India (Waspada): Dipisahkan jarak lebih dari 12.000 km dari Washington, Amerika Serikat, di sebuah desa kecil di India tempat asal leluhur calon wakil presiden dari Partai Demokrat AS Kamala Harris, berkumpul para perempuan desa untuk menjagokan “perempuan Amerika” ini.

Penduduk setempat juga menggelar doa khusus di kuil Thulasendrapuram untuk kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu AS. Sementara M Umadevi (34) yang terpilih menjadi anggota dewan desa pada Desember lalu mengatakan bahwa dia merasa terkoneksi dengan Harris sebagai sesama politisi perempuan.

“Dia adalah anak perempuan desa kami,” kata Umadevi, yang juga ibu dari seorang putra berusia lima tahun. Sehari-hari ia menerima jahitan pakaian untuk menambah penghasilan suaminya yang bekerja sebagai sopir.

”Ini pasti sulit dan menantang baginya. Tapi segala ssesuatu yang baru memang begitu. Saya juga merasa senang dan gugup akan peran baru saya ini,” tambahnya. Dukungan untuk kemenangan Kamala Harris Desa itu terletak sekitar 320 km di selatan kota Chennai, negara bagian Tamil Nadu.

Lebih dari satu abad yang lalu, desa ini menjadi tempat kelahiran kakek dari ibu Kamala Harris. Harris sendiri lahir di California dari seorang ibu yang berasal dari India dan ayah dari Jamaika. Keduanya berimigrasi ke Amerika Serikat untuk menempuh studi.

Harris sempat mengunjungi Thulasendrapuram ketika berusia lima tahun dan diketahui pernah bercerita tentang pengalamannya saat berjalan-jalan di pantai Chennai bersama kakeknya.

Sebagai mantan jaksa agung California, Harris yang berusia 55 tahun adalah perempuan kulit hitam pertama dan orang keturunan India pertama yang dinominasikan untuk menduduki jabatan nasional oleh sebuah partai besar di AS.

Umadevi mengatakan, prioritasnya sebagai anggota dewan desa yang mewakili sekitar 200 keluarga dan sebagian besar bekerja sebagai petani adalah membangun jalan aspal.

“Hal pertama dalam daftar saya adalah memastikan kami memiliki jalan yang layak,” katanya kepada Thomson Reuters Foundation dalam wawancara telepon.

Sementara itu, ada Hemalatha Raja yang juga merupakan anggota dewan desa Thulasendrapuram. Seperti Umadevi, dia menggambarkan dirinya sebagai ibu rumah tangga yang terpilih menjadi anggota dewan desa untuk masa jabatan lima tahun, karena 33 persen kursi disediakan untuk perempuan.

Terlepas dari kurangnya pendidikan formal atau kualifikasi yang mereka miliki, kedua perempuan ini memiliki keinginan yang sama seperti yang diinginkan Harris bagi terciptanya keadilan sosial.

“Saya ingin menyelesaikan semua masalah yang dihadapi orang-orang di lingkungan saya,” kata Raja, 36, yang putus sekolah ketika berusia 13 tahun, karena orang tuanya tidak ingin dia pergi ke luar desa untuk melanjutkan sekolah.

“Saya tidak tahu apakah saya bisa tetapi saya mau mencoba. Dan segala pembicaraan tentang bagaimana seseorang yang berasal dari desa kami telah melakukan hal-hal besar di Amerika juga mendorong saya untuk berbuat lebih banyak lagi,” ujarnya. (deutsche welle/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2