Kembali Lolos Dari Pemakzulan, Trump: Make America Great Again! - Waspada

Kembali Lolos Dari Pemakzulan, Trump: Make America Great Again!

  • Bagikan
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinyatakan bebas dari upaya pemakzulan kedua dalam sidang yang digelar pada Sabtu (13/2/2021) waktu setempat. Fortune

PALM BEACH, AS (Waspada): Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinyatakan bebas dari upaya pemakzulan kedua dalam sidang yang digelar pada Sabtu (13/2/2021) waktu setempat.

Dalam pemungutan suara di Senat, sebanyak 57 senator mendukung pemakzulan Trump. Dukungan itu juga termasuk tujuh senator Partai Republik. Adapun dibutuhkan 67 suara agar pemakzulan bisa terjadi.

Dalam pernyataan setelah pemungutan suara, Trump mengeluhkan kubu Demokrat menjadikan hukum sebagai alat politik. Dia mengeklaim menjadi juara penegakan hukum yang teguh. Menjadi representasi hak publik AS memperdebatkan masalah hukum tanpa kedengkian dan kebencian.

“Tak ada presiden yang mengalami ini sebelumnya. Terus berlanjut karena lawan tak bisa lupa 75 juta suara, suara tertinggi untuk presiden aktif,” seru presiden ke-45 AS itu.

Trump didakwa menyulut pemberontakan setelah kerusuhan yang terjadi Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.

Saat itu, massa pendukungnya menyerbu Kongres AS yang tengah mengesahkan sertifikat kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020.

Tepat sebelum kericuhan, massa berkumpul mengikuti pidato Save America di National Mall, beberapa menit dari Gedung Capitol.

Para suporter Trump mendengarkannya selama 70 menit, yang sempat meminta mereka “bertarung habis-habisan atau kalian takkan mempunyai negara lagi”.

Dilansir Sky News, Minggu (14/2/2021), kuasa hukum Trump, Michael van der Veen, menyerang Demokrat dengan menyebut mereka melakukan “perburuan penyihir paling inkonstitusional”.

“Persidangan ini tak lebih dari upaya balas dendam politik melawan Tuan Trump yang dilakukan partai oposisi,” kecamnya.

Van der Veen menyatakan, kliennya tak bisa disalahkan dalam kerusuhan itu karena meminta pendukungnya untuk beraksi dalam damai.

Meski begitu, Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell menyebut Trump bertanggung jawab secara moral atas insiden tersebut.

Dia sendiri memilih tak mendukung pemakzulan, beralasan Senat AS tidak mempunyai yurisdiksi memaksulkan mantan presiden.

Ini adalah kali pertama dalam sejarah AS, ada presiden yang sampai dimakzulkan sebanyak dua kali. Upaya pertama terjadi pada Januari 2020, di mana dia didakwa menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi Kongres AS.

Dalam pernyatan lanjutan, Trump mengisyarakan dia bakal kembali ke panggung politik. “Pergerakan Make America Great Again (MAGA) yang bersejarah, indah, dan patriotik kita baru saja dimulai”.

Dia menuturkan akan membagi lebih banyak hal ke pendukungnya dalam beberapa bulan ke depan, bercita-cita agar AS jadi negara yang hebat. (sky news/afp/m11)

  • Bagikan