Waspada
Waspada » Kematian Meningkat, Saudi Perluas Jam Malam
Internasional

Kematian Meningkat, Saudi Perluas Jam Malam

Tentara di Jeddah melakukan penjagaan setelah pemerintah Arab Saudi memperluas peraturan jam malam 24 jam akibat peningkatan kasus infeksi virus corona. Arab News

RIYADH, Arab Saudi (Waspada): Otoritas Arab Saudi memperluas pemberlakuan jam malam 24 jam di empat provinsi dan lima kota di wilayahnya, termasuk ibu kota Riyadh.

Langkah ini diambil untuk memerangi virus corona (COVID-19) yang kini menewaskan 38 orang di wilayah Saudi.

Seperti dilansir AFP, Senin (7/4/2020), Kementerian Dalam Negeri Saudi dalam pernyataannya menyebut jam malam selama 24 nonstop kini juga diberlakukan di Riyadh, Tabuk, Dammam, Dhahran dan Hofuf. Kemudian juga di empat provinsi, yakni Jeddah, Taif, Qatif dan Khobar.

Sebelumnya, otoritas Saudi telah memberlakukan jam malam 24 jam Makkah dan Madinah, dua kota suci umat Islam.

Diketahui bahwa otoritas Saudi juga menutup kota Makkah, Madinah, Riyadh, dan Jeddah, dengan orang-orang dilarang masuk dan keluar dari kota-kota tersebut. Tidak hanya itu, otoritas Saudi juga melarang pergerakan antarprovinsi di Saudi.

Jalanan di kota suci Makkah kosong setelah pemerintah Arab Saudi memperluas peraturan jam malam 24 jam akibat peningkatan kasus infeksi virus corona. Arab News

Saudi yang dilaporkan menjadi negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di kawasan Teluk, telah mengerahkan berbagai upaya untuk membatasi penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Pada Senin, Kementerian Kesehatan Saudi melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat virus corona bertambah menjadi 38 orang.

Jumlah total kasus virus Corona di Saudi kini mencapai 2.762 kasus. Sedikitnya 561 pasien dinyatakan sembuh di Saudi.

Bulan lalu, otoritas Saudi menangguhkan aktivitas umrah di tengah kekhawatiran meluasnya corona. Otoritas Saudi belum mengumumkan apakah ibadah haji tahun ini, yang dijadwalkan pada akhir Juli, akan tetap digelar seperti biasa. Pekan lalu, otoritas Saudi mengimbau umat Muslim sedunia untuk menunda sementara persiapan ibadah haji. (arab news/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2