Kecelakaan Kereta Api Di Mesir Tewaskan 11 Orang, Ratusan Terluka

  • Bagikan
Orang-orang memadati lokasi kecelakaan kereta api yang menewaskan belasan orang di Banha, Mesir, Minggu. AP

KAIRO, Mesir (Waspada): Insiden kecelakaan kereta api di Mesir pada Minggu (18/4/2021) menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Hal itu disampaikan Kementerian Kesehatan Mesir seperti dilansir AFP, Senin (19/4/2021).

Kecelakaan kereta api tersebut terjadi di sebuah kota pertanian kecil di Delta Nil, sekitar 40 kilometer dari Kairo. Kabinet Mesir mengatakan, kereta api itu bertolak dair Kairo menuju Mansoura, kota Delta, dan tergelincir keluar dari rel. Sebanyak empat gerbong kereta api keluar dari relnya.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menugaskan otoritas teknik militer pada Minggu untuk menyelidiki insiden tersebut. Pihak berwenang belum memberikan alasan penyebab kereta api tersebut tergelincir dan keluar dari relnya.

Seorang sumber mengatakan kepada AFP bahwa masinis dan petugas kereta api lainnya telah ditahan untuk diinterogasi. Insiden mengenai kereta api di Mesir umumnya dikaitkan dengan infrastruktur dan pemeliharaan yang buruk.

Insiden itu terjadi setelah kecelakaan kereta api mematikan bulan lalu yang di selatan negara itu. Sedikitnya 20 orang tewas dan 199 lainnya dalam kecelakaan kereta api pada Maret.

Kecelakaan itu terjadi karena dua kereta api bertabrakan. Jaksa penuntut menuduh, masinis beserta asistennya di salah satu kereta api meninggalkan ruang kemudi sehingga terjadi kecelakaan.

Menteri Transportasi Mesir Kamel el-Wazir menyatakan, kecelakaan kereta api pada Maret itu karena kesalahan manusia. “Kami memiliki masalah dengan elemen manusia,” kata el-Wazir dalam acara acara talk show di sebuah stasiun televisi.

El-Wazir kemudian berjanji untuk memasang jaringan otomatis pada 2024. Awal Bulan ini, Bank Pembangunan Afrika mengumumkan pinjaman senilai 170 juta dollar AS (Rp 2,4 triliun) untuk meningkatkan keamanan jaringan kereta api.

Bank Pembangunan Afrika mengatakan, uang itu akan digunakan untuk meningkatkan keselamatan operasional dan untuk meningkatkan kapasitas jaringan di jalur kereta api nasional.

“Peningkatan yang direncanakan diharapkan menguntungkan warga Mesir yang berpenghasilan rendah, sekitar 40 persen dari populasi, yang mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi yang terjangkau,” kata Bank Pembangunan Afrika. (afp/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *