Waspada
Waspada » Kasus Mengganas, Media China Sindir Virus Baru Corona Di Inggris
Internasional

Kasus Mengganas, Media China Sindir Virus Baru Corona Di Inggris

LONDON, Inggris (Waspada) : Media pemerintah China Global Times membuat marah Inggris soal julukan ‘Sick Man of Europe’ atau Orang Sakit di Eropa. Ejekan itu terkait dengan temuan virus corona varian baru yang lebih mudah menular di Inggris.

Dilansir laman The Sun, Sabtu (26/12/2020), China menyalahkan Inggris atas menyebarnya virus corona varian baru yang menyebabkan lonjakan kasus di negara itu.

Ketua komisi pertahanan parlemen Tobias Ellwood mengecam serangan terbaru dari China dengan mengatakan China perlu menunjukkan sifat rendah hati karena awal mula penyebarannya justru berasal dari negara itu.

“China belum meminta maaf kepada dunia karena menyebarkan virus penyebab kerusakan global. Mereka bahkan berusaha menyembunyikan wabah aslinya. Namun kini mereka mengritik secara terbuka karena kami berbagi pengetahuan tentang mutasi Covid. China yang menularkan Covid kepada dunia, seharusnya menunjukkan lebih banyak kerendahan hati saat dunia menghadapi dampak yang menghancurkan,” ujar Ellwood.

Ketegangan ini muncul saat China mengumumkan larangan penerbangan dari Inggris untuk mencegah potensi masuknya strain itu.

Surat kabar Global Times menerbitkan serangkaian artikel yang membidik Inggris. Selain itu, media corong Partai Komunis tersebut juga membuat kartun menunjukkan pesawat komersial Inggris yang diselimuti Covid-19 dilarang terbang, sementara pesawat pribadi bisa tetap lepas landas.

“Brexit akhirnya mungkin terjadi, tapi tidak seperti yang diharapkan Inggris. Sekarang, negara itu dikeluarkan dari Uni Eropa dengan identitas baru, ‘Orang Sakit di Eropa’,” demikian isi artikel di surat kabar itu.

Disebutkan pula, Inggris seperti ‘pulau terpencil’ disebabkan mutan yang membuat negara itu mengalami kemerosotan terendah di panggung internasional.

Gambar lain menunjukkan menara Big Ben dengan sorotan mata seperti orang sakit dengan tulisan, “Inggris mungkin mengejar mimpi yang menakjubkan, tapi harus menghadapi kenyataan pahit”.

Pada bagian lain, Inggris diklaim menjadi sumber utama penambahan kasus Covid-19 di China.

Ilmuwan Inggris memperingatkan strain mutan baru itu 70 persen lebih menular. Dampaknya, banyak negara menutup perbatasan bagi pendatang asal Inggris. (the sun/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2