Kasus Corona Tertinggi, Eropa Dikhawatirkan Jadi Pusat Pandemi - Waspada

Kasus Corona Tertinggi, Eropa Dikhawatirkan Jadi Pusat Pandemi

  • Bagikan
Seorang staf medis berjalan di antara pasien penderita Covid-19 di ruang isolasi Rumah Sakit Universitas Buchares, Romania. WHO melaporkan kasus Covid-19 tertinggi di Eropa pada pekan lalu dengan 2 juta kasus, menyusul kekhawatiran wilayah ini bisa menjadi pusat pandemi. AP

     JENEWA, Swiss (Waspada): Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus Covid-19 tertinggi di Eropa pada pekan lalu dengan 2 juta kasus, menyusul kekhawatiran wilayah ini bisa menjadi pusat pandemi.

     Sementara itu, angka kematian nyaris 27 ribu pada pekan lalu. Angka ini melebihi setengah dari kasus kematian global di waktu yang sama. Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan memprediksi kawasan ini bisa menjadi episentrum penularan virus corona.

     Dilansir AFP, Senin (15/11/2021), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, lalu menyarankan protokol kesehatan Covid-19 diperketat di negara Eropa, menyusul adanya lonjakan virus corona.

     “Kami terus merekomendasikan penggunaan pengujian yang disesuaikan dan proporsional, masker, jaga jarak, pembatasan sosial, meningkatkan ventilasi dan banyak lagi,” ujar Tedros. Setiap negara, kata Tedros, harus terus menilai situasi dan menyesuaikan pendekatan yang diambil.

     Menurutnya, langkah yang tepat mungkin bisa membuat negara menemukan keseimbangan antara mencegah penularan dan menjaga kesehatan masyarakat serta ekonomi tetap berjalan. “Tidak ada negara yang bisa begitu saja menggunakan vaksinasi untuk keluar dari pandemi,” tegas Tedros.

     Menurut Tedros, kasus Covid-19 melonjak di beberapa negara Eropa Timur yang tingkat vaksinasinya rendah dan di sejumlah wilayah Eropa Barat dengan vaksinasi yang tinggi.

     “Ini adalah pengingat yang lain, seperti yang sudah kami katakan berulang kali vaksin tak bisa menggantikan kebutuhan atas tindakan pencegahan (penularan virus) lainnya,” kata Tedros dalam konferensi pers.

     Vaksin memang mengurangi risiko rawat inap,penyakit parah dan kematian, katanya. Tetapi, menurut Tedros, vaksin tak mencegah penularan.

     Menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Eropa, beberapa negara memberlakukan kembali pembatasan untuk menekan laju penularan dan mengurangi beban rumah sakit.

     Sejumlah negara juga mulai menerapkan pembatasan atau bahkan penguncian wilayah. Austria mulai menetapkan lockdown bagi warga yang belum menerima vaksin mulai hari ini, Senin (15/11).

     Di bawah aturan itu, mereka dilarang meninggalkan rumah kecuali urusan darurat, seperti membeli kebutuhan sehari-hari, berolahraga atau memerlukan perawatan medis.

     Negara lain seperti Belanda juga menerapkan kembali penggunaan masker beberapa pekan lalu, setelah covid-19 kembali menyerang mereka. Hingga kini total kasus Covid-19 di dunia mencapai 254 juta dengan 5,1 juta kematian. (afp/m11)

  • Bagikan