Waspada
Waspada » Kapal Selam Jepang Bertabrakan Dengan Kapal Komersil Di Pasifik
Internasional

Kapal Selam Jepang Bertabrakan Dengan Kapal Komersil Di Pasifik

TOKYO, Jepang (Waspada): Sebuah kapal selam milik Angkatan Laut Jepang bertabrakan dengan sebuah kapal komersial di perairan Pasifik. Insiden ini terjadi saat kapal selam dalam proses muncul ke permukaan laut.

Seperti dilansir CNN, Selasa (9/2/2021), otoritas Jepang mengumumkan bahwa insiden itu terjadi pada Senin (8/2) waktu setempat di perairan dekat pantai Pasifik.

Lebih lanjut, Kementerian Pertahanan Jepang menyebut insiden ini terjadi di lepas pantai Pulau Shikoku, Jepang bagian selatan. Tiga awak kapal selam bernama Soryu yang merupakan milik Angkatan Bersenjata Maritim Jepang (MSDF) itu mengalami luka ringan.

Kapal selam Soryu yang bertugas sejak tahun 2009 merupakan yang pertama untuk kelas kapal selam bertenaga diesel listrik. Kapal selam ini memiliki bobot 3.000 ton dan memiliki sekitar 65 awak.

Foto dari Penjaga Pantai Jepang menunjukkan kapal selam itu mengalami kerusakan pada bagian fairwater planes — struktur mirip sayap pada bagian menara komando.

Kementerian Pertahanan Jepang dalam pernyataannya menyebut perlengkapan komunikasi pada kapal selam itu juga mengalami kerusakan, namun masih bisa dioperasikan.

“Soryu menggores lambung kapal saat muncul ke permukaan. Sungguh disesalkan bahwa kapal selam MSDF bertabrakan dengan kapal komersial,” ucap Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi, dalam pernyataannya.

Kapal komersial yang bertabrakan dengan kapal selam Soryu itu, menurut Penjaga Pantai Jepang, tidak mengalami kerusakan apapun.

Media-media lokal Jepang melaporkan kapal komersial itu mungkin adalah Ocean Artemis, yang merupakan kapal kargo curah berbendera Hong Kong.

Dalam pernyataan terpisah, analis dari RAND Corp dan mantan kapten Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), Bradley Martin yang menganalisis foto kerusakan kapal selam itu menuturkan dampaknya akan membatasi kemampuan kapal selam.

“Saya tidak akan menyebut kerusakan itu ‘ringan’. Kapal selama tidak bisa menyelam dan tidak bisa berkomunikasi,” sebut Martin dalam pernyataan kepada CNN. (cnn/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2