Waspada
Waspada » Kampanye Trump Disabotase Pengguna TikTok
Internasional

Kampanye Trump Disabotase Pengguna TikTok

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan lesu menuju Gedung Putih usai menjalani kampanye di Tulsa, Oklahoma, Minggu (21/6/2020). AP

WASHINGTON, AS (Waspada): Pengguna TikTok dan penggemar K-Pop menyabotase kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Tulsa, Oklahoma yang berlangsung pada Minggu (21/6/2020) waktu setempat.

Mereka menyabotase dengan cara memesan tiket fiktif dan tak hadir. Pengguna di berbagai platform media sosial mengakui di videonya bahwa mereka menyelesaikan pendaftaran ikut kampanye Trump tanpa niat untuk hadir.

Sebelum kampanye, manajer kampanye Trump, Brad Parscale, mengatakan telah ada lebih dari satu juta permintaan tiket untuk acara tersebut. Namun hasilnya, ribuan tempat duduk untuk acara tersebut kosong dan Wakil Presiden Mike Pence membatalkan pidatonya di hadapan kerumunan yang tidak terwujud.

Sabotase berawal dari twit Trump yang mendesak orang untuk mendaftar secara daring dengan ponsel mereka untuk mendapatkan tiket gratis. Tim kampanye Trump juga mengatakan kampanye itu adalah first-come-first-serve dan tidak ada yang mengeluarkan tiket aktual.

“Kaum kiri selalu membodohi diri mereka dengan berpikir bahwa mereka pintar. Mendaftar untuk ikut kampanye hanya berarti Anda sudah RSVP dengan nomor ponsel,” kata juru bicara kampanye Trump, Tim Murtaugh, dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Reuters dikutip Al Jazeera, Senin (22/6/2020). “Tapi kami berterima kasih pada mereka untuk informasi kontak mereka,” katanya menambahkan.

Namun demikian, sepinya arena kampanye disalahkan tim kampanye pada demonstran yang menciptakan suasana bermusuhan dan menghalangi para pendukung untuk masuk ke arena. Ajudan kampanye Senior Trump, Mercedes Schlapp, mengatakan kepada Fox News bahwa para hadirin tidak dapat masuk ke BOK Center.

Salah satu pengguna TikTok berkomentar. “Ketika seluruh keluarga Anda mendaftar 10 tiket gratis untuk unjuk rasa Trump di Tulsa mengetahui sepenuhnya kursi-kursi itu akan kosong karena kami tinggal di Georgia dan juga tidak rasis. Itu epik,” katanya.

Pengguna TikTok, Mary Jo Laupp, yang menggunakan tagar #TikTokGrandma, dilaporkan memimpin tuduhan ketika dia mengunggah video pekan lalu mendesak orang untuk memesan tiket tanpa hadir. Video ini disukai lebih dari 700 ribu akun.

Oklahoma melaporkan peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Departemen kesehatan negara bagian pun telah memperingatkan mereka yang berencana menghadiri acara tersebut bahwa mereka menghadapi peningkatan risiko terkena virus. (reuters/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2