Waspada
Waspada » Kalahkan Juara Catur Dunia, Remaja Asal Iran Diganjar Rp216 Juta
Internasional Olahraga

Kalahkan Juara Catur Dunia, Remaja Asal Iran Diganjar Rp216 Juta

Alireza Firouzja (kiri) saat mengalahkan juara catur dunia asal Norwegia, Magnus Carlsen. FIDE

PARIS, Prancis (Waspada): Pengungsi asal Iran Alireza Firouzja mengejutkan dunia percaturan pada Kamis pekan lalu, setelah memenangi Piala Banter Blitz dengan mengalahkan juara catur dunia asal Norwegia, Magnus Carlsen.

Atas prestasinya itu, Firouzja diganjar hadiah US$14.000 (setara Rp216 juta) setelah mengalahkan Carlsen dengan 8,5-7,5 poin di partai final.

Seperti dilansir Al-Arabiya, Minggu (19/4/2020), Firouzja keluar dari tim nasional Iran pada Desember lalu sebagai bentuk protes atas larangan tak resmi dari negara itu untuk bertanding melawan pecatur-pecatur Israel.

Desember lalu, Federasi Catur Iran memang memutuskan untuk mengundurkan diri dari ajang Moscow World Blitz dengan alasan tak mau berhadapan dengan pemain-pemain Israel.

Namun, keputusan negaranya itu tak menghalangi Firouzja untuk berpartisipasi dalam kompetisi di bawah bendera FIDE (Federasi Catur Internasional) itu. Perjuangannya tak sia-sia, Firouzja berhasil meraih posisi urutan kedua setelah Carlsen.

Firouzja telah bermain di bawah bendera FIDE sejak itu. Remaja 16 tahun itu pindah ke Prancis pada akhir 2019, sehingga bisa bermain catur tanpa batasan pemerintah.

Firouzja dan Carlsen akan bertemu lagi pada Senin (20/4/2020) di ajang turnamen Magnus Carlsen Invitational untuk memperebutkan hadiah senilai US$250.000 (Rp3,86 miliar).

Iran telah melarang seluruh atletnya berkompetisi dengan Israel sejak 1979. Kebijakan tersebut juga menyebabkan Iran dilarang berpartisipasi dalam kompetisi judo internasional pada Oktober lalu.

Larangan terhadap keikutsertaan Iran itu dikeluarkan Federasi Judo Internasional (IJF) setelah juara dunia 2018 Saeid Mollaei memutuskan keluar dari Timnas Iran pada Agustus lalu.

Ketika itu, Mollaei mengaku telah diperintahkan penguasa di negerinya untuk kalah dalam pertandingan dan mundur dari kompetisi agar tidak menghadapi orang-orang Israel. (al-arabiya/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2