Kabar Erupsi Gunung Semeru Mendunia

  • Bagikan
Sebuah desa di kaki Gunung Semeru pada Minggu tertutup debu vulkanik akibat meletusnya gunung berapi tertinggi di pulau Jawa dengan berpenduduk terpadat di Indonesia itu. AP

     Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu diawali dengan kejadian laharan pada pukul 13.30 WIB, menurut Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani.

     Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), setidaknya 35 warga mengalami luka bakar akibat awan panas guguran Gunung Semeru. Kabar erupsi Gunung Semeru pun turut mendapat perhatian dunia.

     Berikut rangkuman kabar Erupsi Gunung Semeru yang telah tersebar ke penjuru dunia menurut laporan berita internasional.

Reuters

     Kantor berita yang berpusat di Inggris, Reuters, melaporkan adanya sejumlah korban akibat erupsi Gunung Semeru di Indonesia yang memuntahkan awan asap dan abu yang sangat besar.

     Kantor berita internasional itu mengutip Wakil Bupati Lumajang Indah Masdar dalam jumpa pers, yang mengatakan satu orang tewas dan 41 orang mengalami luka bakar.

     Pihak berwenang sedang mendirikan tenda-tenda evakuasi, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. Tetapi evakuasi terhambat oleh asap tebal.

     AirNav Indonesia, yang menguasai wilayah udara Indonesia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa letusan itu tidak “menimbulkan dampak signifikan” pada penerbangan. Semeru, yang tertinggi di pulau Jawa, termasuk di antara hampir 130 gunung berapi aktif di Indonesia. Demikian lapor kantor berita itu.

CNN

     CNN melaporkan letusan Gunung Semeru membuat ribuan orang mengungsi. Mengutip siaran langsung Kepala Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa, belum ada laporan korban sejauh ini.

     CNN juga membagikan video yang banyak diunggah ke sosial media oleh tim tanggap darurat pemerintah. Salah satunya memperlihatkan penduduk di daerah itu melarikan diri dari awan asap tebal yang besar.

     Sementara rekaman lain, yang dibagikan oleh penduduk setempat, menunjukkan orang-orang berkumpul di sebuah masjid lokal di Besuk Kobokan saat abu dan asap menyelimuti jalan-jalan di sekitarnya.

AFP

     Kantor berita asal Prancis, AFP, melaporkan Gunung Semeru di Indonesia meletus menyemburkan asap dan abu serta membuat warga berlarian di beberapa daerah terdekat, termasuk Kabupaten Lumajang.

     Merujuk pada video dari BNPB, AFP melaporkan penduduk setempat berlarian ketika asap dan abu yang menjulang tinggi menyelimuti beberapa desa terdekat di provinsi Jawa Timur.

BBC

     Media ternama Inggris, BBC, juga  melaporkan penduduk di pulau Jawa Indonesia melarikan diri dari segumpal abu yang luas, saat gunung berapi aktif meletus untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan.

     Saksi mata mengatakan hujan abu vulkanik tebal dari Gunung Semeru menutupi Matahari di dua kabupaten setempat. Sementara belum ada korban yang dilaporkan dan evakuasi sedang berlangsung.

     Sementara itu Pusat Penasihat Abu Vulkanik (VAAC) di Darwin, Australia mengatakan abu tampaknya telah terlontar dari puncak dan melayang ke barat daya di atas Samudra Hindia.

     VAAC memberikan saran kepada industri penerbangan tentang lokasi dan pergerakan abu vulkanik yang berpotensi berbahaya. Campbell Biggs, seorang ahli meteorologi di VAAC, mengatakan kepada BBC bahwa ketinggian 15.000 m lebih tinggi dari ketinggian jelajah kebanyakan pesawat.

     Kondisi itu akan menyebabkan sebagian besar penerbangan di sekitarnya mengalihkan jalur penerbangan mereka untuk menghindarinya.

Associated Press

     Sementara kantor berita asal Amerika Serikat, Associated Press, melaporkan Gunung berapi tertinggi di pulau Jawa yang berpenduduk terpadat di Indonesia memuntahkan kolom abu tebal ke langit serta menewaskan 13 orang hingga Minggu.

     Mengutip Kepala Pusat Survei Geologi Eko Budi Lelono, badai petir dan hujan berhari-hari, mengikis dan akhirnya meruntuhkan kubah lava di atas Semeru setinggi 3.676 meter, memicu letusan.

     Dia menambahkan, aliran gas dan lava yang membakar mengalir hingga 800 meter ke sungai terdekat setidaknya dua kali pada Sabtu. Orang-orang disarankan untuk tinggal 5 kilometer dari mulut kawah.

     Sementara seluruh rumah di Desa Curah Kobokan rusak akibat abu vulkanik. Beberapa ratus orang dipindahkan ke tempat penampungan sementara atau pergi ke daerah aman lainnya. Bupati Lumajang mengaku pemadaman listrik menghambat evakuasi. (bs/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *