Waspada
Waspada » Ka’bah Disucikan Untuk Mencegah Virus Corona
Internasional

Ka’bah Disucikan Untuk Mencegah Virus Corona

Emir Kota Makkah Pangeran Khalid Al-Faisal dengan didampingi oleh Syekh Dr.Abdulrahman Al-Sudais selaku presiden Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci dan imam besar Masjidil Haram memimpin pencucian Ka’bah pada Kamis (3/9/2020) waktu setempat untuk mencegah penyebaran virus corona. Haramain Info

MAKKAH, Arab Saudi (Waspada): Emir Kota Makkah Pangeran Khalid Al-Faisal, yang mewakili Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdul Aziz al Saud, memimpin pencucian Ka’bah pada Kamis (3/9/2020) waktu setempat.

Upacara pencucian dilakukan menyusul tindakan pencegahan intensif untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Setibanya di Masjidil Haram, emir Makkah yang juga penasihat Raja Salman diterima oleh Syekh Dr.Abdulrahman Al-Sudais, selaku presiden Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci dan imam besar Masjidil Haram. Turut serta pada acara tersebut sejumlah pejabat terkait lannya.

Setelah itu, kemudian Pangeran Khalid Al-Faisal membasuh Ka’bah dari dalam dan menggosok dindingnya menggunakan potongan kain yang dibasahi dengan campuran khusus air Zamzam dan minyak mawar.

Untuk mengepel lantai, air zamzam dengan campuran mawar akan disiramkan ke lantai lalu dilap dengan tangan kosong dan daun lontar.

Sedangkan bagian dinding interior dibersihkan dengan kain putih yang dicelupkan ke dalam parfum mawar dan musk. Kemudian handuk digunakan untuk menyeka dinding Ka’bah.

“Pencucian tempat suci paling suci milik umat Islam akan dilakukan secara ketat, sejalan dengan tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan semua,” kata Al-Sudais dilansir dari Saudi Gazette.

Pencucian Ka’bah pada Kamis bertepatan dengan 15 Muharrom. Tanggal yang sama, saat Ka’bah dicuci pada tahun sebelumnya. Menurut Al-Sudais, pencucian Ka’bah dilakukan dua kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Muharram dan bulan Sha’ban.

Hanya saja, pada tahun lalu, pencucian Ka’bah di bulan Sha’ban tidak dapat dilakukan karena masih berjalan proyek perluasan di Masjidil Harom.

Sedangkan untuk Kiswa atau kain penutup Ka’bah hanya diubah setahun sekali yaitu pada Hari Arafah atau 9 Dzul Al-Hijah.

Pencucian Ka’bah merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Nabi ketika memasuki Ka’bah selama penaklukan Makkah, beliau mencuci struktur dan membersihkannya dari berhala.

Kebiasaan itu kemudian diikuti oleh khalifah hingga saat ini. Hanya saja, penetapan tanggal pencucian sebanyak dua kali dalam satu tahun dimulai pada masa Raja Abdulaziz. Raja pertama, pendiri Arab Saudi modern. (Saudi Gazette/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2