Waspada
Waspada » Jumlah Korban Bertambah, Hukuman Reynhard Sinaga Diperberat
Internasional

Jumlah Korban Bertambah, Hukuman Reynhard Sinaga Diperberat

Sketsa Reynhard Sinaga saat menjalani sidang yang digambar oleh Julia Q ini memperlihatkan sang predator seks tersebut dikawal oleh dua polisi. Hukuman Reynhard diperberat dengan waktu minimum 40 tahun setelah ditemukan adanya penambahan korban. Manchester Evening News

MANCHESTER, Inggris (Waspada): Hukuman seumur hidup terhadap Reynhard Sinaga, WNI predator seks di Inggris diperberat dengan waktu minimum 40 tahun setelah ditemukan adanya penambahan korban.

Dikutip dari BBC, Minggu (13/12/2020), Mahkamah Banding Inggris pada Jumat (11/12/2020) waktu setempat, menetapkan hukuman seumur hidup terhadap Reynhard Sinaga diperberat dengan minimum 40 tahun sebelum dapat mengajukan permintaan pembebasan.

Menanggapi keputusan Mahkamah Banding itu, Polisi Manchester Raya Mabs Hussain mengaku bahagia. “Kami menyambut keputusan hari ini dan kami senang bahwa Sinaga akan mendekam di penjara selama 10 tahun lebih lama,” tuturnya.

“Dari pembicaraan dengan banyak korban, kami tahu bahwa banyak yang juga menyambut hasil ini dan merasa diperberatnya hukuman ini menggambarkan kekejaman kejahatan yang dilakukan.”

Pada 6 Januari 2020 lalu, Reynhard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan waktu minimum 30 tahun sebelum dapat mengajukan permohonan bebas.

Namun pada pertengahan Oktober lalu, Kejaksaan Agung Inggris mengajukan permohonan hukuman seumur hidup total atau tidak dapat mengajukan permohonan bebas lagi ke Mahkamah Banding.

Jaksa dari Kejaksaan Agung Michael Ellis saat itu mengatakan kasus perkosaan itu menyangkut “kejahatan seksual yang begitu parah.”

Dalam keputusannya, Mahkamah Banding menyebut para hakim sepakat bahwa hukuman seumur hidup total “tidak tertutup” pada kasus pembunuhan berat saja.

Dan jaksa mengatakan tambahan hukuman menjadi 40 tahun baru dapat mengajukan permohonan bebas, adalah yang terberat menyangkut kasus bukan pembunuhan.

Terkait terungkapnya korban lain, polisi Manchester Mabs Hussain mengatakan perkembangan ini tak lepas dari keberanian para korban sendiri.

“Perhatian utama kasus ini selalu adalah para korban dan upaya mendukung mereka selama pengalaman mengerikan mereka. Keberanian yang ditunjukkan para pria menunjukkan sesuatu yang luar biasa dan kami bersama mitra seperti St Mary’s Sexual Assault Referral Centre and Survivors (pusat bantuan korban perkosaan) akan terus mendukung para korban dan membantu mereka semampu kami,” kata Hussain.

Kepolisian Manchester Raya juga mengatakan sejak Reynhard dipenjara pada awal Januari lalu, 23 korban lain telah teridentifikasi. Hussain mengatakan, Sebagai hasil dari penyelidikan lebih lanjut, pihak penyidik percaya bahwa Sinaga melakukan kejahatan seksual terhadap 206 pria.

“Kami masih belum mengidentifikasi sekitar 60 pria dan mendesak siapapun yang merasa mereka pernah menjadi korban untuk menghubungi kami,” kata Hussain.

Pada Januari lalu, kepolisian memperkirakan korban Reynhard berjumlah 195 orang dan dari jumlah ini, lebih dari 70 belum diidentifikasi. Dari 23 korban yang baru diidentifikasi, 12 di antaranya telah diketahui sementara 11 lainnya masih belum.

“Seperti banyak korban lainnya, mayoritas pria ini tengah menikmati keluar malam di pusat kota Manchester sebelum menjadi sasaran Reynhard,” tambahnya. (bbc/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2