Joe Biden: Trump Merupakan Sumber Masalah - Waspada
banner 325x300

Joe Biden: Trump Merupakan Sumber Masalah

  • Bagikan
Mantan wakil presiden Amerika Serikat Joe Biden saat berpidato di Philadelphia, Selasa (2/6/2020) waktu setempat. TPI

PHILADELPHIA, AS (Waspada): Mantan wakil presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada Selasa (2/6/2020) waktu setempat, melontarkan kritik keras terhadap Presiden Donald Trump. Dia menuduh Trump lebih memikirkan diri sendiri ketimbang bangsanya di saat negara mereka membutuhkan kepemimpinan.

“Presiden (kita) hari ini malah menjadi bagian dari masalah dan meningkatkan masalah itu,” ujar Biden dalam pidatonya di Philadelphiayang juga menambahkan bahwa Trump telah termakan egonya sendiri.

Penantang tunggal Trump pada Pemilu AS 2020 November mendatang ini menyerang Trump karena ia merasa presiden 74 tahun itu telah menggunakan bahasa konfrontasi dan perang, berusaha menjadi seorang ‘presiden hukum dan ketertiban,’ serta bertaruh bahwa para pemilih lebih menginginkan pendekatan kekuatan yang lebih kuat dalam pertumbuhan nasional dan ras.

Serangan agresif lain dari Biden terhadap Trump adalah mengatakan bahwa Trump lebih tertarik pada kekuasaan dibandingkan pada prinsip-prinsipnya. “Dia pikir perpecahan dapat membantunya,” kata calon presiden dari Partai Demokrat itu.

“Narsisme (Trump) ini menjadi lebih penting daripada kesejahteraan bangsa.” Ucapan Biden itu merujuk pada petugas polisi yang menyemprot gas air mata pada demonstran di sekitar Gedung Putih agar Trump bisa berpose sebentar di Gereja St. John, seberang Gedung Putih sambil memegang sebuah Alkitab.

“Jika dia (Trump) membuka Alkitab dan bukan untuk bergaya, dia pasti bisa belajar sesuatu (dari Alkitab),” ujar Biden. Ia juga menambahkan, mungkin saja Trump ingin membuka Konstitusi AS juga.

Karena jika dia berkenan, dia dapat membuka Amandemen Pertama. Amandemen Pertama di dalam Konstitusi AS melindungi hak-hak rakyat untuk berunjuk rasa secara damai dan mengajukan petisi kepada pemerintah untuk dapat memperbaiki keluhan-keluhan yang ada.

Pidato Biden di Philadelphia merupakan kemunculan ketiganya berturut-turut di depan publik sekaligus yang pertama dia keluar negara bagian sejak Maret lalu. Penampilannya itu langsung disiarkan oleh tiga jaringan berita kabel utama di AS.

Biden berpidato saat pergolakan pasca kematian pria Afrika-Amerika George Floyd menyebar di seluruh negeri AS. Biden juga menjelaskan bahwa masalah-masalah di negara itu tidak akan berakhir hanya dengan mengalahkan Donald Trump.

“Sejarah Amerika bukan dongeng,” kata Biden, menggambarkan “kenyataan pahitnya adalah rasisme telah lama memisahkan kita.” Dia juga menambahkan, “Saya tidak akan terjebak dalam ketakutan dan perpecahan. Saya tidak akan mengipasi api kebencian. Saya akan berusaha menyembuhkan luka rasial yang telah lama menjangkiti negara ini dan tidak menggunakannya untuk kepentingan politik. ” (the guardian/ap/m11)

 

  • Bagikan