Waspada
Waspada » Jenazah Soleimani Dimakamkan Selasa Usai Menjalani Ritual Syiah
Internasional

Jenazah Soleimani Dimakamkan Selasa Usai Menjalani Ritual Syiah

Warga Iran mengawal jenazah Qasem Soleimani sembari meneriakkan slogan-slogan antiAmerika. The Independent

TEHERAN, Iran (Waspada): Jenazah komandan pasukan elite Quds, Garda Revolusi Iran, Qasem Soleimani, akan dimakamkan pada Selasa (7/1/2020). Soleimani tewas dalam serangan drone militer Amerika Serikat (AS) pada Jumat (3/1/2020) di Bandara Internasional Baghdad.

Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan, jenazah pria 62 tahun itu akan dimakamkan di kampung halamannya di Kota Kerman. Setelah tiba di Teheran, jenazah Soleimani akan dibawa ke kota suci Syiah, Mashhad, pada Minggu (5/1/2020).

Di sana akan ada digelar ritual, yakni di sebelah tempat suci Imam Reza. Keesokan harinya, jenazah Soleimani akan dibawa kembali ke Teheran untuk prosesi pelepasan.

“Upacara selanjutnya diadakan di Teheran pada Senin pagi dan jenazah prajurit rakyat dan bangsa ini akan dimakamkan di Kerman pada Selasa pagi,” bunyi pernyataan, dikutip dari AFP.

Mahasiswa Universitas Teheran juga akan mengadakan penghormatan untuk Soleimani sebelum menyambut kedatangan jenazah dari Irak.

Soleimani merupakan salah satu tokoh publik paling populer di Iran. Setelah bertugas dalam perang Iran-Irak pada 1980-1988, kariernya di Pasukan Garda Revolusi Iran meroket hingga menjadi komandan pasukan elite Quds pada 1998.

Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengikutnya di Instagram yang terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu pemimpin spiritual Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani secara terpisah sudah bertakziah pada Jumat lalu ke kediaman Soleimani di Teheran untuk menyampaikan belasungkawa.

Irak Berkabung

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi pada Sabtu (4/1) menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari ke depan untuk menghormati tewasnya Soleimani.

“Perdana Menteri sekaligus Panglima Adel Abdul Mahdi memerintahkan penetapan hari berkabung nasional bagi jiwa para martir selama tiga hari mulai Sabtu,” demikian pernyataan kantornya.

Puluhan ribu warga Irak berkumpul di jalan utama Baghdad pada Sabtu (4/12) sambil meneriakkan “Matilah Amerika”. Mereka berkumpul untuk menyampaikan duka atas kematian jenderal 62 tahun itu. (afp/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2