Waspada
Waspada » Jelang Haji, Makkah-Madinah Dipercantik
Internasional

Jelang Haji, Makkah-Madinah Dipercantik

Petugas keamanan Kerajaan Arab Saudi berjaga di sekitar Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah. Pemerintah Arab Saudi tengah mempersiapkan kota Makkah dan Madinah guna menyambut jamaah haji. Saudi Gazette

MAKKAH, Arab Saudi (Waspada): Menjelang pelaksanaan ibadah haji, pemerintah Kerajaan Arab Saudi mempersiapkan, memperbaiki, dan memoles sejumlah insfrastruktur di kota Makkah dan Madinah.

Dikutip dari Saudi Gazette pada Minggu (12/7/2020), perbaikan dan perawatan jalanan serta tenda telah selesai. Kementerian Haji Saudi hanya tinggal melakukan finishing di jalanan pedestrian ke Jamarat serta pintu keluar-masuk tenda.

Persiapan juga dilakukan untuk area kelompok jamaah haji dan titik kumpul di berbagai pintu masuk ke Makkah. Saudi melarang siapa pun masuk ke Makkah dan situs suci, kecuali bagi jamaah haji mulai 19 Juli.

Di tiap pintu masuk kota, tim kesehatan hewan ditugaskan menjamin kesehatan kurban yang dikirim ke Makkah-Madinah. Diharapkan haji dapat diadakan tanpa penularan Covid-19 lewat pengetatan protokol kesehatan.

Saudi disebut hanya menerima 10 ribu jamaah haji tahun ini karena diadakan terbatas untuk mukimin. Sebanyak 70 persen kuota diberikan untuk ekspatriat di Saudi dan sisanya warga lokal. Padahal jamaah haji tahun lalu menyentuh angka 2,5 juta orang.

Covid-19 menurun

Sementara itu, tingkat kematian harian di Arab Saudi akibat virus corona jenis baru (Covid-19) turun tajam pada

Sabtu (11/7). Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan 30 kematian hingga setengah dari jumlah yang tercatat dalam beberapa pekan terakhir. Jumlah ini adalah rekor penurunan tajam kasus kematian Covid-19 yang ada di negara tersebut.

Dilansir dari Arab News, Minggu (12/7/2020), jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Kerajaan Arab Saudi adalah 2.181.

Sementara itu, terdapat 2.994 kasus baru yang dilaporkan sehingga meningkatkan jumlah kasus yang dikonfirmasi menjadi 229.480.

Adapun jumlah kasus aktif di Kerajaan adalah 61.903. Yakni 10 persen dari kasus baru dicatat di Riyadh sebanyak 285 kasus. Sementara di wilayah Hufof terdapat 226 kasus baru, Jeddah 221 kasus, Dammam 211 kasus,  dan Taif 152 kasus.

Sebanyak 10 pasien dirawat di unit perawatan kritis. Hal ini menjadikan jumlah pasien dalam perawatan intensif menjadi 2.230 orang. (Saudi gazette/arab news/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2