Janji Balas Dendam, Pemimpin Tertinggi Iran ‘Bidik’ Trump Pascalengser - Waspada

Janji Balas Dendam, Pemimpin Tertinggi Iran ‘Bidik’ Trump Pascalengser

  • Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Jumat (22/1/2021) memuat gambar sesosok pegolf yang menyerupai mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang dibayangi oleh sebuah drone. Twitter

TEHERAN, Iran (Waspada): Akun Twitter milik Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Jumat (22/1/2021) memuat gambar sesosok pegolf yang menyerupai mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menjadi sasaran penyerangan drone.

Khamenei bersumpah akan membalas dendam atas pembunuhan seorang jenderal top Iran oleh AS. Dilansir Reuters, unggahan tersebut memuat teks ucapan Ayatollah Ali Khamenei pada bulan Desember, di mana ia mengatakan “Balas dendam pasti”.

Dia memperbarui sumpah balas dendam menjelang peringatan pertama pembunuhan komandan militer Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan di Irak.

“Mereka yang memerintahkan pembunuhan Jenderal Soleimani serta mereka yang melakukan ini harus dihukum. Balas dendam ini pasti akan terjadi pada waktu yang tepat,” cuit Khamenei pada 16 Desember, tanpa menyebut Trump.

Awal bulan ini, Twitter menghapus tweet Khamenei, di mana dia mengatakan AS dan vaksin buatan Inggris tidak dapat diandalkan dan mungkin dimaksudkan untuk “mencemari negara lain”.

Twitter itu mengatakan cuitan itu melanggar aturannya soal informasi yang keliru. Tidak ada tindakan langsung yang jelas oleh pihak Twitter terhadap tweet berbahasa Persia pada Jumat oleh Khamenei itu.

Ketegangan meningkat dengan cepat antara Teheran dan Washington sejak 2018, ketika Trump keluar dari kesepakatan 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia yang berusaha untuk mengekang program nuklir Teheran.

Washington menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. Iran menyerukan soal tindakan dan “bukan hanya kata-kata” segera setelah Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS.

Biden mengatakan Washington akan bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir jika Iran melanjutkan kepatuhan yang ketat. (reuters/m11)

 

  • Bagikan