Waspada
Waspada » Janet Yellen Menjadi Menteri Keuangan Wanita Pertama AS
Internasional

Janet Yellen Menjadi Menteri Keuangan Wanita Pertama AS

Janet Yellen menjadi wanita pertama yang menjabat posisi Menteri Keuangan Amerika Serikat setelah mendapat dukungan bipartisan dari anggota Komite Keuangan Senat. AFP

WASHINGTON, AS (Waspada): Janet Yellen menjadi wanita pertama yang menjabat posisi Menteri Keuangan Amerika Serikat setelah mendapat dukungan bipartisan dari anggota Komite Keuangan Senat.

Dilansir The Guardian, Selasa (26/1/2021), Yellen, yang pernah memimpin Bank Sentral AS sejak 2014 sampai 2018, akan bertanggung jawab dalam memandu penanganan ekonomi di pemerintahan Presiden Joe Biden.

Diketahui bahwa AS yang terdampak keras pandemi Covid-19 tengah berjuang pulih secara ekonomi. Mantan ketua Federal Reserve dan ekonom terkenal itu disetujui oleh Senat dengan suara 84-15.

Yellen menjalani sidang kongres pada 19 Januari dan telah disetujui dengan suara bulat oleh komite keuangan Senat dan didukung oleh semua mantan menteri keuangan yang masih hidup.

Wanita 74 tahun ini akan menghadapi tugas yang luar biasa berat. Pekan lalu 900.000 warga AS mengajukan tunjangan pengangguran, lebih dari populasi San Francisco dan empat kali jumlah klaim mingguan yang dibuat sebelum pandemi virus corona melanda.

Bisnis tutup di seluruh AS di tengah lonjakan infeksi. AS melaporkan lebih dari 188.000 kasus baru pada Kamis, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins, dan hampir 4.000 orang meninggal setiap harinya.

Wanita kelahiran New York ini mengatakan bahwa sangat penting bagi pemerintah untuk “bertindak besar” pada paket bantuan virus corona berikutnya dan berpendapat sekarang bukan waktunya untuk mengkhawatirkan biaya dari beban utang yang lebih tinggi.

Mengatasi dampak Covid-19 akan menjadi prioritas utamanya, kata Yellen, dan terutama dampak kerasnya yang tidak proporsional terhadap komunitas kulit berwarna.

Pekerja kulit hitam dan Latin masih mengalami tingkat pengangguran yang jauh lebih tinggi, yaitu 9,9 persen dan 9,3 persen, dibandingkan dengan pekerja kulit putih, 6 persen.

“Kami perlu memastikan bahwa orang-orang tidak kelaparan di Amerika, bahwa mereka dapat menyajikan makanan di atas meja, bahwa mereka tidak kehilangan rumah dan berakhir di jalan karena penggusuran,” kata Yellen.

“Kita benar-benar perlu mengatasi segala penderitaan itu, dan saya pikir kita tidak boleh berkompromi dengannya.” (the guardian/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2