Jadi Sasaran Pembunuhan, Jurnalis Afghanistan Dibom

  • Bagikan
Asap membumbung tinggi dari sebuah kendaraan terbakar yang ditumpangi seorang jurnalis bernama Zia Wadan setelah dihantam bom rakitan di Kabul, Afghanistan, Minggu. Khaama

KABUL, Afghanistan (Waspada): Sebuah bom meledak di Kabul, Afghanistan, pada Minggu (10/1/2021) waktu setempat dan menewaskan 3 orang.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan, dari ketiga korban tewas tersebut salah satunya adalah jurnalis yang bernama Zia Wadan, seorang jurnalis yang sebelumnya sempat bekerja untuk sejumlah jaringan media di Afghanistan.

Kematian Wadan juga disinyalir menjadi salah satu kasus terbaru mengenai serangkaian pembunuhan yang terencana beberapa waktu terakhir di Kabul.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Tariq Arian melaporkan bahwan Wadan Wadan dan rekan-rekannya tewas ketika sedang dalam perjalanan.

“Sebuah kendaraan yang membawa Zia Wadan menjadi sasaran IED (bom rakitan). Akibatnya Wadan dan dua rekannya tewas,” ujar Arian. Di sisi lain, sejauh ini belum ada kelompok atau pihak yang mengeklaim telah melakukan serangan itu.

Selain bekerja sebagai jurnalis, Wadan adalah juru bicara untuk Pasukan Perlindungan Publik Nasional (NPPF). NPPF merupakan layanan keamanan di bawah Kementerian Dalam Negeri Afghanistan yang mengerahkan personelnya ke organisasi internasional di seluruh Afghanistan.

Dalam beberapa bulan terakhir, kekerasan yang berujung kematian semakin meningkat di sejumlah tempat di Afghanistan.

Selain itu, tren pembunuhan terencana yang menargetkan korban tertentu juga menabur ketakuan di antara rakyat, terutama warga Kabul.

Tokoh terkenal termasuk jurnalis, politikus, dan aktivis hak asasi manusia semakin menjadi sasaran meski pembicaraan damai antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban masih berlangsung.

Sejak November 2020, sebanyak lima jurnalis telah tewas dalam pembunuhan terencana bersama dengan beberapa tokoh terkemuka lainnya. (afp/m11)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *