Jacinda Ardern Dilantik Jadi PM Selandia Baru Untuk Periode Ke-2 - Waspada
banner 325x300

Jacinda Ardern Dilantik Jadi PM Selandia Baru Untuk Periode Ke-2

  • Bagikan
Jacinda Ardern dilantik menjadi perdana menteri Selandia Baru untuk periode kedua pada Jumat (6/11/2020) usai partainya memenangkan Pemilu pada 17 Oktober. AP

WELLINGTON, Selandia Baru (Waspada): Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dilantik untuk periode kedua pada Jumat (6/11/2020). Partai Ardern, Partai Buruh, memenangkan Pemilu pada 17 Oktober lalu, mengalahkan oposisi Partai Nasional dengan selisih suara yang jauh.

Ardern dan para menterinya mengucapkan sumpah jabatan dalam bahasa Inggris dan Maori dalam sebuah upacara di Gedung Pemerintah Wellington. “Saya hanya akan mengatakan bahwa yang duduk di meja ini adalah Aotearoa Selandia Baru,” kata Ardern, merunjuk pada tim pemerintahan yang berkumpul.

“Mereka secara kolektif mewakili berbagai perspektif yang berbeda, bakat besar, pengalaman luar biasa, dan seperti yang Anda harapkan dalam setiap krisis, komitmen besar untuk melayani negara ini,” tutur perempuan 49 tahun itu menambahkan.

Perolehan suara Partai Buruh melejit berkat kesuksesan Ardern dalam menangani krisis Covid-19. Hasil perolehan suara menjadi Partai Buruh sebagai mayoritas di parlemen yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini merupakan kemenangan terbesar sejak Perang Dunia II.

Hasil akhir penghitungan yang dirilis Jumat menunjukkan, partai Ardern memenangkan 50 persen suara, naik dari sebelumnya 49 persen. Otoritas pemilu Selandia Baru masih menghitung surat suara dari luar negeri dan kondisi khusus. Dengan demikian, jumlah kursi Partai Buruh bertambah satu menjadi 65 dari total 120 orang.

Perolehan kursi oposisi utama Partai Nasional justru mengurangi dari 35 menjadi 33. Direktur kampanye Gerry Brownlee pun memutuskan mundur sebagai wakil pemimpin partai. Dua kursi itu lari ke partai Maori.

Sementara itu dalam sambutannya Ardern mengatakan, dia memegang mandat yang jelas untuk melakukan reformasi, meskipun prioritasnya adalah mengatasi wabah Covid-19 dan membangun kembali perekonomian yang terpuruk akibat virus corona. (afp/m11)

 

  • Bagikan