Waspada
Waspada » Italia Geger, Bocah Tewas Usai Cekik Leher Sendiri Demi Konten TikTok
Headlines Internasional

Italia Geger, Bocah Tewas Usai Cekik Leher Sendiri Demi Konten TikTok

ROMA, Italia (Waspada): Italia memerintahkan aplikasi berbagi video TikTok untuk memblokir akun pengguna yang usianya tidak memenuhi syarat, atau tidak dapat diverifikasi.

Dilansir kantor berita Reuters, Minggu (24/1/2021), perintah itu menyusul kasus kematian seorang gadis berusia 10 tahun, yang dilaporkan melakukan hal berbahaya lewat aplikasi asal China itu sebelum kematiannya.

Otoritas Perlindungan Data Italia dalam pernyataan resminya mengungkapkan, meski TikTok telah berkomitmen untuk melarang pendaftaran bagi anak-anak berusia di bawah 13 tahun, pada kenyataannya tetap saja para pengguna bisa menyiasati aturan tersebut.

Karenanya, lembaga pemerintah itu memerintahkan TikTok untuk memblokir akun-akun pengguna yang tidak bisa diverifikasi dalam waktu secepatnya, setidaknya hingga 15 Februari 2021. Sampai berita ini diunggah, belum ada tanggapan langsung dari TikTok terkait masalah itu.

TikTok, aplikasi yang dimiliki perusahaan ByteDance asal China, saat ini popularitasnya berkembang pesat di seluruh dunia, terutama di kalangan remaja. Desakan dari otoritas Italia muncul setelah seorang gadis berusia 10 tahun di Palermo, Sisilia, meninggal karena sesak napas, baru-baru ini.

Kasus itu mengejutkan masyarakat seantero Italia. Orang tua gadis itu mengatakan, putrinya meninggal setelah ikut-ikutan melakukan challenge atau tantangan yang sedang tren di TikTok.

Gadis itu melakukan challenge yang dinamakan “blackout challenge” di TikTok. Tantangan itu sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa. Pasalnya, pengguna TikTok ditantang mencekik diri sendiri sampai pingsan, dan dipercaya dapat bangun kembali beberapa detik kemudian.

Namun, gadis malang itu mengikatkan ikat pinggang di lehernya, sambil menahan napas saat merekam aksinya sendiri di depan layar ponsel. Pekerjaan sia-sia itu membuatnya kehilangan nyawa.

Jaksa Italia telah membuka penyelidikan atas kemungkinan adanya ajakan untuk bunuh diri dalam kasus kematian gadis itu. Jaksa juga mencari tahu apakah ada seseorang yang mengajaknya untuk ikut melakukan tantangan berbahaya tersebut.

“Kami memutuskan untuk campur tangan sebagai masalah yang mendesak, menyusul kasus mengerikan gadis berusia 10 tahun dari Palermo,” kata Otoritas Perlindungan Data Italia.

“TikTok akan dilarang memproses lebih lanjut data pengguna yang tidak mencantumkan usia secara jelas, akibatnya (TikTok) harus mematuhi ketentuan yang terkait dengan persyaratan usia,” kata badan itu.

Seorang pejabat terkait mengatakan, keputusan itu berarti pengguna akun yang tidak diverifikasi tidak lagi dapat mengunggah video atau berinteraksi dengan orang lain di platform TikTok.

Otoritas Italia menyatakan telah menyampaikan keprihatinannya kepada TikTok sejak Desember lalu, bahwa perusahaan aplikasi China itu telah gagal melindungi anak di bawah umur. (reuters/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2