Waspada
Waspada » Israel Kembali Gempur Palestina
Internasional

Israel Kembali Gempur Palestina

pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara. Reuters

TEL AVIV, Israel (Waspada): Israel melakukan serangan udara terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza pada Sabtu (25/1/2020) malam, sebagai tanggapan atas peluncuran balon peledak yang dikirim Palestina.

“Beberapa saat yang lalu, pesawat tempur menghantam sejumlah sasaran organisasi teroris Hamas di Jalur Gaza selatan,” demikian pernyataan militer Israel, seperti dilaporkan AFP, Minggu (26/1/2020).

Yang menjadi target antar lain adalah pabrik senjata. Mereka menekankan bahwa serangan udara sebagai tanggapan atas peluncuran balon peledak ke wilayah Israel.

Hamas menguasai Gaza sejak 2008, dan Israel menganggap gerakan Islamis itu bertanggung jawab atas semua tembakan roket yang berasal dari wilayah tersebut, meskipun Israel menargetkan kelompok-kelompok militan lainnya di sana.

Pada Selasa, pasukan Israel menembak mati tiga warga Palestina yang menyeberang ke Israel dari Gaza dan melemparkan alat peledak ke tentara. Hamas berperang tiga kali dengan Israel. Israel sendiri mempertahankan blokade yang melumpuhkan di wilayah miskin itu.

Usulan Bersejarah

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan usulan perdamaian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Timur Tengah akan bersejarah. Hal itu dia sampaikan menjelang perjalanan ke Washington, AS.

“Peluang seperti ini datang sekali dalam sejarah dan tidak dapat dilewatkan. Saya penuh harapan bahwa kita berada di ambang momen bersejarah dalam sejarah negara kita,” kata Netanyahu, seperti dilaporkan AFP, Minggu (26/1/2020).

Dia diundang untuk bertemu Trump di Gedung Putih pada Selasa besok guna membahas rencana tersebut. Trump sebelumnya mengatakan dia akan merilis usulan perdamaian Timur Tengah yang lama tertunda sebelum bertemu Netanyahu di Washington. “Ini rencana yang hebat. Ini rencana yang benar-benar akan berhasil,” kata Trump.

Saingan politik Netanyahu, Benny Gantz, juga menerima undangan untuk menghadiri pembicaraan Gedung Putih.

Dalam konferensi pers di Tel, Gantz mengatakan, ” Rencana perdamaian yang dirancang oleh Presiden Trump akan menjadi sejarah sebagai tonggak yang berarti.”

Kepemimpinan Palestina tidak diundang dan menolak rencana Trump di tengah hubungan yang tegang dengan presiden AS itu terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang utuh.

“Langkah ini hanya menegaskan kembali penolakan absolut kami atas apa yang dilakukan pemerintah AS sejauh ini, khususnya pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata juru bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas, dalam sebuah pernyataan.

Palestina menganggap Yerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka dan percaya bahwa rencana Trump bakal mengubur solusi dua negara yang selama beberapa dekade menjadi landasan diplomasi Timur Tengah internasional.

Kekuatan dunia sejak lama sepakat bahwa nasib Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi antara Israel dan Palestina. (afp/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2