Waspada
Waspada » Israel Hujani Gaza Dengan Rudal Sebagai Aksi Balas Dendam, RS Anak Hancur
Internasional

Israel Hujani Gaza Dengan Rudal Sebagai Aksi Balas Dendam, RS Anak Hancur

GAZA CITY, Palestina (Waspada): Militer Israel pada Sabtu (26/12/2020) waktu setempat menggempur Jalur Gaza dengan serangkaian rudal yang ditembakkan oleh pesawat tempur sebagai aksi balasan.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (27/12/2020), serangan menarget wilayah di bagian timur, barat laut dan tengah Jalur Gaza, termasuk lahan pertanian terbuka. Seorang gadis berusia enam tahun dan seorang pria berusia 20-an dilaporkan terluka.

Serangan tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik di bagian timur dan menyebabkan beberapa kerusakan pada rumah sakit anak-anak, pusat penyandang disabilitas, dan memecahkan jendela beberapa bangunan tempat tinggal di Jalur Gaza.

Juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengatakan bahwa serangan itu menghantam lokasi pembuatan roket dan pos militer milik Hamas, kelompok yang mengatur Jalur Gaza.

Militer Israel juga menambahkan bahwa serangan itu dilakukan sebagai balasan atas tembakan roket dari Gaza. “Sebuah roket telah ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza pada Jumat, 25 Desember 2020 malam, tak lama setelah sirine peringatan terdengar di kota Ashkelon di Israel selatan,” kata militer Israel..

Media Israel mengatakan proyektil itu dicegat oleh sistem pertahanan udara anti-rudal Iron Dome milik Israel.

Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada kelompok Palestina di Gaza yang mengaku bertanggung jawab atas tembakan roket ke Israel selatan tersebut, yang memecah ketenangan selama berbulan-bulan.

Tetapi Israel menganggap Hamas bertanggung jawab atas semua serangan yang berasal dari Gaza, termasuk yang diklaim oleh kelompok-kelompok pejuang lain yang berbasis di daerah kantong itu.

Jalur Gaza yang miskin dan padat penduduk telah berada di bawah blokade Israel yang melumpuhkan wilayah tersebut sejak 2007, setelah Hamas mengambil alih daerah kantong pesisir itu.

Hamas dan Israel mencapai kesepakatan pada akhir September lalu untuk menghentikan permusuhan, meskipun serangan dari kedua belah pihak terus berlanjut.

Gencatan senjata tersebut disepakati menyusul lonjakan kekerasan yang mematikan dan akan membuat Israel mengizinkan proyek pembangunan baru, termasuk zona industri dan rumah sakit.

Hamas menuduh Israel tidak sepenuhnya mematuhi kesepakatan tersebut, sedangkan Israel yang menganggap Hamas sebagai organisasi ‘teroris’ menghindari negosiasi langsung dan tidak pernah secara terbuka mengakui gencatan senjata.

Israel telah melancarkan tiga serangan terhadap Jalur Gaza sejak 2008, dan telah terjadi banyak gejolak. (al jazeera/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2