Waspada
Waspada » Israel Caplok Tepi Barat, Hamas Siap Kobarkan Perang
Headlines Internasional

Israel Caplok Tepi Barat, Hamas Siap Kobarkan Perang

Kelompok Hamas siap kobarkan perang jika PM Israel jadi mencaplok Tepi Barat 1 Juli mendatang. AFP

TEPI BARAT, Palestina (Waspada): Kelompok Hamas menyatakan siap mengobarkan perang jika Israel benar menjalankan rencana mereka untuk mencaplok Tepi Barat.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Hamas pada Kamis (25/6/2020) waktu setempat, ketika Utusan PBB Timur Tengah Nickolay Mladenov memperingatkan bahwa upaya Israel itu dapat memicu perang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyusun rencana aneksasi mulai 1 Juli mendatang, meski ada tentangan keras dari Palestina dan sebagian besar masyarakat internasional.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Hamas mengatakan tindakan seperti itu akan memicu perang dengan Palestina. “Kami menganggap keputusan untuk mencaplok Tepi Barat dan Lembah Jordan sebagai deklarasi perang terhadap rakyat kami,” kata juru bicara Hamas, Abu Ubaida, dikutip dari AFP Kamis (25/6/2020).

Gaza berada di bawah blokade Israel sejak 2007, ketika Hamas mengambil kendali atas kantong Palestina tersebut. Hamas dan Israel telah terlibat tiga perang dalam beberapa tahun terakhir. Konflik terbaru pada 2014 menewaskan 2.251 warga Palestina dan 74 orang Israel.

Tidak ada hubungan resmi antara kedua pihak dan Otoritas Palestina, sebuah pemerintahan terpisah yang berpusat di Tepi Barat dan bulan lalu memutus kerja samanya dengan Israel.

Usulan Israel untuk mencaplok Tepi Barat dan Lembah Jordan merupakan bagian dari rencana perdamaian AS yang diterbitkan pada Januari. Usulan tersebut merencanakan pendirian Palestina di secuil wilayah Tepi Barat dan termasuk Jalur Gaza.

Kelompok Hamas siap kobarkan perang jika PM Israel jadi mencaplok Tepi Barat 1 Juli mendatang. AFP

Picu radikalisme

Akan tetapi rencana itu jauh dari yang diinginkan Palestina, karena luas wilayahnya akan berkurang banyak dan bakal kehilangan Yerusalem timur.

Akibatnya, para pejabat Palestina memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington pada 2017 karena sikap pro-Israelnya, dan telah menolak rencana perdamaian AS.

Dalam beberapa pekan terakhir PBB telah membunyikan peringatan atas rencana Netanyahu, dengan memperingatkan mereka bisa memicu kekacauan besar dalam hubungan Israel-Palestina.

Utusan PBB Timur Tengah Nickolay Mladenov saat berbicara di Yerusalem pada Kamis (25/6/2020) berujar, pencaplokan itu juga dapat memicu gerakan kelompok radikal. Jika rakyat Palestina “merasa tidak ada peluang perdamaian di konflik ini, itu akan membuka peluang bagi gerakan radikal,” katanya. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2