Waspada
Waspada » Israel Bubarkan Jamaah Palestina Di Al-Aqsa Dengan Kekerasan
Headlines Internasional

Israel Bubarkan Jamaah Palestina Di Al-Aqsa Dengan Kekerasan

Pasukan keamanan Israel menjaga para kelompok Yahudi yang mengunjungi kompleks Masjid Al Aqsa setelah sebelumnya mengusir paksa para jamaah Palestina yang tengah beribadah di masjid suci tersebut pada Minggu. Times of Israel

YERUSALEM, Palestina (Waspada): Militer Israel membubarkan paksa para jamaah Palestina dari kompleks Masjid Al-Aqsa. Tindakan Israel yang keterlaluan jelang Idul Adha itu menuai protes.

Dilansir Arab News, Selasa (20/7/2021), peristiwa pembubaran para jamaah oleh tentara Israel terjadi pada Minggu (18/7) untuk memberikan tempat bagi Yahudi yang memperingati Tisha b’Av, yaitu hari kehancuran kuil Yahudi lebih dari 2 ribu tahun lalu. Kuil itu dihancurkan pertama kali tahun 586 Sebelum Masehi, kuil kedua dihancurkan pada 70 Masehi.

Tentara-tentara Israel dilaporkan menembakkan granat kejut dan gas air mata ke arah tempat suci bagi umat Muslim, yang memicu korban luka di kalangan jamaah Palestina dan memicu kerusakan terhadap situs tersuci ketiga bagi umat Muslim tersebut.

Diketahui bahwa kompleks Al Haram al-Sharif yang menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa, juga disucikan oleh warga Yahudi yang menyebutnya sebagai Temple Mount dan diyakini menjadi lokasi dua kuil Yahudi pada era-Alkitab. Israel juga disebut membiarkan ribuan ekstremis Yahudi memasuki kompleks Al Haram Al Sharif.

Aktivitas berdoa di tempat umum oleh para ekstremis Yahudi pada Minggu (18/7) waktu setempat, yang dilaporkan media-media Israel, jelas melanggar kesepakatan tersebut, dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap status quo sejak pendudukan Israel tahun 1967 silam.

Otoritas Yordania melayangkan protes resmi kepada Israel terkait peristiwa tersebut. Tentara Angkatan Bersenjata Israel dianggap gagal menghentikan para ekstremis Yahudi untuk berdoa di situs suci tersebut, yang jelas melanggar perjanjian sejak lama yang melarang warga Yahudi berdoa di dalam kompleks suci itu.

“Untuk menghentikan pelanggaran dan provokasi, menghormati status quo historis dan legal, menghormati kesucian masjid dan kebebasan beribadah, dan menghormati wewenang Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al-Aqsa,” tegas Kementerian Luar Negeri Yordania dalam pernyataannya.

Yordania, satu-satunya negara Arab selain Mesir yang memiliki perjanjian damai dengan Israel, bertugas mengawasi situs suci Islam di Yerusalem itu.

Senada dengan Yordania, pemerintah Turki geram dan menuduh Israel mengganggu ibadah jamaah Palestina dan mengizinkan pemukim Yahudi menyerbu masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa.

Seperti dilansir media lokal Turki, Daily Sabah, Senin (19/7/2021), Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataannya menuduh tentara Israel telah ‘melanggar kesucian Haram Al-Sharif’.

“Kami mengecam pasukan Israel yang melanggar kesucian Haram al-Sharif sekali lagi dengan membiarkan kelompok rasis (Israel) untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa, mengganggu ibadah warga sipil Palestina dengan granat kejut dan menahan sejumlah warga sipil Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, dalam gambar-gambar yang menyinggung martabat manusia,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Pernyataan itu menambahkan bahwa ‘sangat berbahaya’ untuk provokasi semacam itu terus berlanjut di tengah situasi terkini di mana ketegangan akibat serangan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa pada Mei lalu masih segar dalam ingatan. (afp/arab news/daily sabah/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2