Waspada
Waspada » Iran-Ukraina Sepakat Selidiki Kotak Hitam Pesawat
Internasional

Iran-Ukraina Sepakat Selidiki Kotak Hitam Pesawat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. ABC Chicago

KIEV, Ukraina (Waspada): Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan telah berbicara dengan Presiden Iran Hassan Rouhani terkait penembakan pesawat sipil yang menewaskan 176 penumpang di dalamnya.

Zelenskiy mengatakan sepakat dengan Rouhani untuk sama-sama mengidentifikasi jasad korban. “Kami (Zelenskiy dan Presiden Iran Rouhani) sepakat bahwa ia akan memerintahkan penyelesaian sesegera mungkin,” kata Zelenskiy melalui siaran televisi negara Minggu (12/1/2020).

“Kami akan dibantu oleh para ahli Ukraina, mengenai identifikasi mayat-mayat dan mempersiapkan mereka untuk kembali ke Ukraina. Ini harus segera terjadi,” tambahnya.

Zelenskiy mengatakan Ukraina dan Iran akan menganalisis kotak hitam bersama. Dia menegaskan kedua belah pihak akan menyelesaikan insiden ini bersama.

“Kami juga sepakat untuk mulai bekerja bersama untuk menguraikan dua perekam on board – ‘kotak hitam’. Kami telah menyetujui kerja sama hukum dan teknis penuh, termasuk masalah kompensasi. Kami sepakat bahwa tidak ada yang akan ditolak,” kata dia.

Zelenskiy berterima kasih kepada komunitas internasional, dan Kanada, AS dan Inggris khususnya, atas dukungan mereka hingga akhirnya Iran mengakui fakta-fakta jatuhnya pesawat.

“Kepemimpinan Republik Islam Iran telah mengakui fakta-fakta jatuhnya pesawat Ukraina dan kesalahannya dalam jatuhnya pesawat. Ini tidak diragukan lagi telah dibantu oleh dukungan dari mitra internasional dan posisi gigih masyarakat internasional,” ujarnya.

Tak sengaja Tertembak

Iran pada Sabtu (11/1) mengatakan bahwa Ukraine International Airlines Boeing 737 “tidak sengaja” ditembak jatuh pada hari Rabu segera setelah lepas landas dari bandara utama Teheran. Semua 176 orang di pesawat tewas, kebanyakan dari Iran dan Kanada, banyak dari mereka adalah mahasiswa.

Pengakuan Iran pada hari Sabtu bahwa pesawat itu ditembak jatuh karena kesalahan datang setelah para pejabat berhari-hari dengan tegas menyangkal klaim Barat bahwa pesawat itu terkena rudal.

Komandan dirgantara Pengawal Revolusi Iran menerima tanggung jawab penuh. Tetapi Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh mengatakan operator rudal itu bertindak secara independen, menembak jatuh Boeing 737 setelah mengira itu sebagai ‘rudal jelajah’. (ap/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2