Waspada
Waspada » Iran Berhasil Identifikasi Pelaku Pembunuhan Fakhrizadeh
Internasional

Iran Berhasil Identifikasi Pelaku Pembunuhan Fakhrizadeh

Tokoh ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh, meninggal dunia di luar Kota Teheran setelah kendaraannya diserang oleh pihak yang diduga kuat sebagai pasukan Israel. Times of Israel

TEHERAN, Iran (Waspada): Juru bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei, pada Rabu (2/12/2020), menyatakan, Teheran telah berhasil mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab atas pembunuhan ilmuwan nuklir, Mohsen Fakhrizadeh.

Dilansir AFP, Kamis (3/12/2020), dia menyebutkan bahwa berbagai aspek pembunuhan sedang diselidiki oleh pihak keamanan Iran.

“Ketika penyelidikan mencapai tahap akhir, akan ada informasi resmi dari pihak terkait. Seperti yang disebutkan oleh pemimpin tertinggi, yang paling penting adalah informasi kami tidak dikompromikan,” ujar Rabiei menurut  laporan Israel Hayom mengutip kantor Berita Tasnim dari sebuah wawancara yang berikan kepada TV resmi pemerintah Iran.

Seperti dikutip dari Jerusalem Post, awal pekan ini, seorang pejabat senior Iran mengatakan, kelompok oposisi Iran diduga melakukan pembunuhan bersama Israel. Media Iran mencatat bahwa senjata yang digunakan dalam operasi itu adalah buatan Israel.

Tapi, pernyataan pejabat tersebut menyebutkan kemungkinan keterlibatan kelompok ‘Monafeghin’, merujuk pada Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) yang berbasis di Paris.

NCRI merupakan kelompok posisi yang berada di pengasingan berusaha untuk mengakhiri pemerintahan ulama Muslim Syiah.

Sementara itu, seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat (AS) menyebut Israel berada di balik pembunuhan Fakhrizadeh. Pejabat ini menyebut sang ilmuwan telah sejak lama menjadi target Israel.

Seperti dilansir CNN, Kamis (3/12/2020), hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior AS yang enggan disebut namanya.

Dituturkan pejabat senior AS tersebut bahwa di masa lalu, Israel telah membagikan informasi dengan AS soal target dan operasi rahasia mereka sebelum melakukannya. Namun untuk kasus ini, pejabat AS ini tidak menjelaskan lebih lanjut apakah Israel melakukan hal yang sama.

Pejabat AS ini menolak untuk menjelaskan lebih lanjut apakah pemerintahan Presiden Donald Trump mengetahui soal serangan terhadap Fakhrizadeh sebelum itu terjadi atau apakah pemerintahan Trump turut memberikan dukungan.

Pejabat senior AS ini hanya menyebut bahwa Fakhrizadeh telah menjadi target Israel sejak lama. Media terkemuka AS, The New York Times, menjadi yang pertama melaporkan bahwa seorang pejabat AS menyebut Israel ada di balik pembunuhan Fakhrizadeh.

Otoritas Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan Fakhrizadeh dan menyebut serangan bersenjata yang menewaskan sang ilmuwan memiliki ciri khas intelijen Israel, Mossad.

Iran tidak memberikan bukti soal keterlibatan Israel, otoritas Israel tidak membantah atau mengklaim bertanggung jawab atas kematian Fakhrizadeh. (afp/cnn/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2