Intelijen Israel: Virus Corona Adalah Senjata Biologis China Yang Bocor - Waspada
banner 325x300

Intelijen Israel: Virus Corona Adalah Senjata Biologis China Yang Bocor

  • Bagikan
Ilustrasi

TEL AVIV, Israel (Waspada): Virus Corona disebut sebagai senjata biologis buatan China yang ‘melarikan diri’. Saudara virus yang menyebabkan epidemi SARS ini juga berasal tidak jauh-jauh dari ‘kakaknya’.

Surat kabar The Washington Times, dan Radio Free Asia, Minggu (26/1/2020) menyiarkan kembali laporan televisi lokal Wuhan dari tahun 2015. Laporan tersebut menunjukkan laboratorium tercanggih di China yang bernama Wuhan National Biosafety Laboratory.

Laboratorium yang dibuka pada Januari 2018 tersebut adalah satu-satunya tempat yang dibangun oleh pemerintah China khusus untuk mengerjakan virus-virus paling mematikan di dunia.

Mantan intelijen militer Israel, Dany Shoham, mengatakan jika institut tersebut berkaitan dengan program pembuatan senjata biologis yang dilakukan Beijing.

“Laboratorium tertentu di institut tersebut mungkin telah berkaitan dengan pengembangan senjata biologis.” Ahli yang mempelajari senjata biologis China tersebut juga mengatakan proyek itu termasuk bagian dari riset militer dan tentunya sangat ditutupi.

Sebelumnya, di tahun 2017, ilmuwan telah memperingatkan jika virus mirip SARS dapat melarikan diri dari laboratorium tersebut. Kini, sepertinya ketakutan ilmuwan tersebut telah menjadi kenyataan.

Memiliki 5-7 biolabs, laboratorium tersebut dirancang dengan keamanan maksimum di Wuhan pada tahun 2017. Tujuannya untuk mempelajari virus paling mematikan di dunia, termasuk Ebola dan SARS.

Dilansir Daily Mail, Tim Trevan, konsultan keamanan biologis dari Maryland, Amerika Serikat, mengatakan jika ia khawatir kebudayaan China dapat menyebabkan institut tersebut menjadi tidak aman.

Hal ini karena China selalu terkesan menutupi informasi milik mereka, dan hal tersebut dapat menyebabkan kerugian. Laboratorium ini dirancang dengan standar biosafety level 4 (BSL 4) yang pertama di China.

Beberapa pihak bertanya-tanya jika pusat merebaknya kasus tersebut muncul secara kebetulan. Tetapi komunitas ilmuwan yakin jika virus tersebut bermutasi dan berpindah ke inang manusia saat terjadi kontak hewan dan manusia. SARS tercatat merupakan virus level BSL -3.

Namun mikrobiologis Universitas Rutgers, Dr Richard Ebright mengatakan jika saat ini tidak ada alasan untuk memulai kecurigaan jika fasilitas tersebut memiliki kaitan dengan merebaknya kasus ini. (Daily Mail/And)

  • Bagikan