Indonesia Masuk Daftar Bebas Perjalanan Uni Eropa - Waspada

Indonesia Masuk Daftar Bebas Perjalanan Uni Eropa

  • Bagikan

     BRUSSELS, Belgia (Waspada): Uni Eropa menambahkan Indonesia dalam daftar mengizinkan perjalanan wisata ke blok tersebut. Dewan Uni Eropa mengatakan, mereka telah merevisi pembatasan perbatasan terkait covid-19 tersebut.

     Di bawah aturan baru yang berlaku mulai Kamis, (18/11/2021) itu, penduduk dari Argentina, Australia, Bahrain, Kanada, Chili, Kolombia, Indonesia, Yordania, Kuwait, Namibia, Selandia Baru, Peru, Qatar, Rwanda, Arab Saudi, Korea Selatan, Taiwan, Amerika Serikat Emirat Arab, dan Uruguay dapat memasuki UE untuk perjalanan yang tidak penting.

     “Hal yang sama berlaku untuk warga negara China, jika Beijing memberikan hak yang sama kepada warga negara Uni Eropa,” kata mereka, dilansir dari kantor berita Anadolu Agency, Jumat (19/11/2021).

     Mereka yang ada di daftar perjalanan ini mendapatkan akses ke 27 negara bagian Uni Eropa dan anggota non-Uni Eropa dari zona Schengen – Islandia, Lichtenstein, Norwegia, dan Swiss.

     “Tetapi keputusan itu hanya dapat dianggap sebagai rekomendasi bagi pemerintah UE yang dapat mengizinkan pengunjung dari negara lain jika mereka divaksinasi sepenuhnya,” lanjut mereka.

     Selain itu, mereka membatasi jumlah masuknya warga dari negara yang ada dalam daftar. Uni Eropa akan memperbarui daftar setiap dua pekan sekali.

     Sejak Maret lalu, blok tersebut memberlakukan pembatasan perjalanan. Langkah ini guna membendung penyebaran covid-19. Namun, saat ini Covid-19 di Uni Eropa tengah melonjak tinggi. WHO mengatakan, kemungkinan Uni Eropa kembali menjadi pusat pandemi saat ini.

      Jerman saat ini kewalahan menghadapi gelombang terbaru Covid-19. Tempat tidur perawatan intensif terisi hampir penuh dan kekurangan tenaga kesehatan.

     Sebuah rumah sakit di Freising Bavaria membuat keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni memindahkan pasien Covid-19 ke Italia utara untuk perawatan.

     Gelombang keempat covid-19 mengirim infeksi ke rekor tertinggi di ekonomi terbesar Eropa, menempatkan rumah sakit di beberapa bagian negara itu di bawah tekanan besar dan memaksa beberapa orang untuk mencari bantuan di tempat lain di Uni Eropa. (anadolu/m11)

  • Bagikan