India Disarankan Lockdown Di Tengah Badai Corona

  • Bagikan
Sejumlah pasien yang terinfeksi virus corona menerima bantuan oksigen di sebuah kuil Sikh di New Delhi, India, Sabtu. Penasihat Covid-19 Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci menyarankan India untuk lockdown. Hal itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Corona yang makin ganas tiap harinya. AP

WASHINGTON, AS (Waspada): Penasihat Covid-19 Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci menyarankan India untuk lockdown. Hal itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Corona yang makin ganas tiap harinya.

“Saya pikir hal terpenting dalam waktu dekat (bagi India) adalah mendapatkan (tabung) oksigen, mendapatkan persediaan, mendapatkan obat, mendapatkan APD, hal-hal semacam itu,” ujar Fauci dikutip AFP dari harian Indian Express, Minggu (2/5/2021).

“Tapi juga, salah satu hal yang harus segera dilakukan adalah menyerukan lockdown,” katanya. Fauci berpendapat India tak perlu lama-lama lockdown. India, kata Fauci, dapat mengakhiri ledakan Corona bila lockdown diberlakukan meski hanya sementara.

“Tidak ada yang suka lockdown … Tapi jika Anda melakukannya hanya untuk beberapa minggu, (Negara) Anda bisa memiliki dampak signifikan pada dinamika wabah,” jelas Fauci.

Diketahui, India mencatat ada 400 ribu kasus baru pada Sabtu (1/5). Total ada 7 juga kasus Corona hanya pada Bulan April 2021. Melonjaknya kasus COVID-19 di India ini bermula dari awal tahun saat ada pelonggaran pembatasan aktivitas setelah kasus infeksi turun di bawah 10.000 kasus per hari.

Saat pelonggaran itu, terjadi pertemuan keagamaan massal seperti Kumbh Mela, yang menarik jutaan peziarah Hindu. Selain itu ada demonstrasi politik yang dibiarkan berlanjut, bahkan ketika jumlah kasus mulai meningkat tajam pada akhir Maret. Akibatnya, rumah sakit di India tak bisa menampung para pasien. Beberapa kota telah memberlakukan pembatasan sosial demi menekan laju Corona.

Sementara itu, pemerintah daerah Ibu kota India, New Delhi, memutuskan melanjutkan lockdown satu pekan ke depan. “Lockdown di Delhi diperpanjang satu pekan,” kata Kepala Menteri New Delhi Arvind Kejriwal dalam unggahan media sosial Twitter seperti dilansir AFP, Minggu (2/5/2021).

Diketahui lockdown terakhir rencananya akan diakhiri pada hari Senin mendatang, namun jumlah kasus masih meningkat pesat di kota berpenduduk 20 juta orang itu.

Menurut Data Kementerian Kesehatan India yang dirilis pada hari Sabtu (1/5), New Delhi mencatat kasus harian baru 27.000 dan 375 kematian. Namun para ahli memperkirakan angka kasus sebenarnya jauh lebih tinggi.

India saat ini menjadi negara kedua dengan kasus Corona terbanyak di dunia, tepat di bawah Amerika Serikat (AS). Banyak rumah sakit di ibukota kewalahan hingga kekurangan tempat tidur, obat-obatan dan oksigen. Bahkan banyak warga New Delhi meninggal dunia tanpa perawatan rumah sakit.

Lebih lanjut, banyak pemakaman di New Delhi penuh, sementara banyak krematorium beroperasi sepanjang waktu bahkan sejumlah tempat pembuangan sampah dan lahan parkir disulap untuk melaksanakan kremasi. (afp/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *