Waspada
Waspada » Idlib, Hancur Dan Terlupakan
Internasional

Idlib, Hancur Dan Terlupakan

Seorang warga di Kota Idlib, Suriah, berjalan di antara reruntuhan bangunan yang hancur oleh serangan udara. AFP

“Orang-orang di Idlib hanya punya pilihan tinggal di rumah dan mati, atau mencoba mengungsi. Misalnya menyeberang perbatasan ke Turki untuk mencari keamanan dan kehidupan yang lebih baik,” kata Mustafa Dahnon, warga Suriah yang sedang ‘meliput’ di perbatasan ke Turki. Video pendek dan foto-fotonya kemudia ia sebarkan via Twitter.

Para pengungsi Suriah tidak sabar lagi menunggu di perbatasan. Mereka menggelar aksi protes dengan motto: “Dari Idlib ke Berlin”, dengan harapan agar masyarakat internasional tidak melupakan nasib mereka.

Sejak dua bulan terakhir, kota Idlib di Suriah dibombardir pasukan pemerintah dengan dukungan militer Rusia. Provinsi di barat laut Suriah itu adalah kawasan terakhir yang masih dikuasai kelompok pemberontak dan milisi radikal.

Dengan bantuan serangan udara Rusia, pasukan pemerintah terus bergerak mengurung Idlib. Beberapa kota di antaranya adalah kota penting Maarat al-Numan sudah berhasil direbut.

Hampir semua penduduk sudah meninggalkan kota yang hancur lebur ini. Pemerintah Suriah menyebut serangan ke Idlib sebagai “serangan penentuan”. Strateginya antara lain menghancurkan infrastruktur Idlib.

“Banyak rumah sakit dibom. Sebagian hancur sama sekali, yang lain rusak berat”, kata Christian Reynders dari organisasi bantuan Dokter Tanpa Batas Negara, Medecins Sans Frontiers. Mereka yang cedera makin sulit mendapat perawatan.

“Makin jauh seseorang harus bepergian untuk mendapat perawatan, makin besar kekhawatiran bahwa kondisi mereka di perjalanan memburuk atau bahkan meninggal,” lanjutnya.

Eskalasi Antara Pasukan Suriah dan Pasukan Turki

Militer Turki yang mendukung pihak pemberontak di Idlib punya beberapa pos pengawasan di kawasan itu. Mereka sebenarnya bertugas mengawasi gencatan senjata. Namun gencatan senjata yang sudah disepakati antara Turki dan Rusia beberapa kali gagal.

Menurut laporan Kementerian Pertahanan Turki, pasukan pemerintah Suriah dalam kontak senjata telah menewaskan lima serdadu Turki dan seorang pekerja sipil, ketika konvoi itu mengalami serangan.

Turki mengatakan, pasukan pemerintah Suriah menyerang konvoi itu sekalipun sudah diberitahu bahwa itu adalah konvoi pasukan Turki. Militer Turki lalu melakukan serangan balasan, dan menurut keterangan sendiri menewaskan 35 serdadu pemerintah Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, serangan terhadap militer Turki tidak akan dibiarkan tanpa reaksi balasan. “Kami tetap akan meminta pertanggungjawaban. Jangan halangi gerakan kami, ” kata Erdogan kepada Rusia. Namun militer Rusia mengatakan, pihak Turki tidak memberi mereka informasi tentang gerakan pasukannya, sehingga tidak sengaja diserang.

Sementara itu, makin banyak penduduk mencoba mengungsi ke Turki. Meskipun pemerintah Turki menyatakan perbatasan sudah ditutup, namun banyak penjaga perbatasan yang bisa disogok dan membiarkan konvoi pengungsi lewat, kata pengamat. PBB sejak lama memperingatkan, serangan ke Idlib akan menyebabkan “bencana kemanusiaan”. (ap/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2