Waspada
Waspada » Houthi Klaim Serang Kilang Minyak Saudi Dengan Rudal, Harga Minyak Melonjak
Headlines Internasional

Houthi Klaim Serang Kilang Minyak Saudi Dengan Rudal, Harga Minyak Melonjak

Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang fasilitas minyak Aramco milik Arab Saudi, Senin. Anadolu Agency

RIYADH, Arab Saudi (Waspada): Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menembakkan rudal ke stasiun distribusi minyak yang dioperasikan perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco.

Klaim tersebut dikeluarkan oleh juru bicara Houthi, Yahya Sarea, pada Senin (23/11/2020) sebagaimana dilansir Reuters. Sarea mengatakan serangan rudal tersebut menghantam stasiun distribusi minyak Aramco di Jeddah yang terletak di Laut Merah.

Kendati demikian, belum ada konfirmasi langsung dari Arab Saudi atas klaim yang dibuat oleh Houthi. Sarea mengatakan serangan tersebut merupakan peringatan agar perusahaan asing dan penduduk Arab Saudi untuk berhati-hati karena operasi mereka akan terus berlanjut.

Di sisi lain, Aramco juga belum memberikan komentar atas klaim serangan tersebut dengan segera. Sarea menambahkan rudal yang digunakan dalam serangan tersebut adalah tipe rudal bersayap dari Quds-2.

Dia juga mengunggah citra satelit dengan label pabrik minyak milik Aramco di Jeddah. Google Maps menunjukkan fasilitas yang cocok dengan gambar dan deskripsi fasilitas tersebut.

“Serangan itu sangat akurat, dan ambulans serta mobil pemadam kebakaran melesat ke sasaran,” kata Sarea. Ia berujar serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas tindakan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman.

Harga minyak melonjak lebih 1% usai serangan yang dilakukan oleh kelompok yang didukung Iran tersebut. Melansir dari data Bloomberg, minyak jenis Brent naik 1,31% menjadi US$ 45,55 per barel. Lalu, minyak West Texas Intermediate alias WTI naik 1,06% ke US$ 42,87 per barel.

Yaman telah terperosok dalam konflik sejak pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi turun tangan pada Maret 2015 untuk memulihkan pemerintah Yaman. Pemerintah Yaman digulingkan dari kekuasaan di ibu kota Sanaa oleh kelompok Houthi pada akhir 2014.

Serangan lintas batas oleh pasukan Houthi telah meningkat sejak akhir Mei ketika gencatan senjata yang dipicu oleh pandemi virus corona berakhir. Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah menanggapinya dengan melakukan serangan udara di wilayah yang dikuasai Houthi.

Kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara dan sebagian besar wilayah perkotaan besar. Mereka mengatakan bahwa pihaknya menggulingkan pemerintahan Yaman karena sistem yang korup. (reuters/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2