Waspada
Waspada » Hakim Antiterorisme Di Pakistan Beserta Keluarganya Dibantai
Internasional

Hakim Antiterorisme Di Pakistan Beserta Keluarganya Dibantai

Hakim antiterorisme bernama Aftab Afridi bersama keluarganya dibunuh oleh sekelompok orang bersenjata. Indian Express

ISLAMABAD, Pakistan (Waspada): Seorang hakim pengadilan antiterorisme bernama Aftab Afridi dan tiga anggota keluarganya dibantai oleh sejumlah orang bersenjata. Di antara anggota keluarga Afridi yang ditembak mati tersebut termasuk istrinya, menantunya, dan cucunya berusia dua tahun.

Dilansir India Today, Senin (5/4/2021), sejumlah pria bersenjata tersebut menyerang kendaraan Afridi saat mereka dalam perjalanan dari Lembah Swat menuju ibu kita Pakistan, Islamabad.

Dua petugas keamanan yang menjadi bagian dari konvoi hakim itu juga terluka dalam baku tembak. Konvoi tersebut dicegat oleh orang-orang bersenjata di dekat Persimpangan Swabi di jalan raya Peshawar-Islamabad, Distrik Swabi, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Orang-orang bersenjata itu menghujani kendaraan hakim dengan peluru, membunuhnya, istri, menantu perempuan, dan cucunya. Setelah melakukan serangan brutal tersebut, orang-orang bersenjata itu melarikan diri dari tempat kejadian.

Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Serangan itu dikecam oleh Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, Gubernur Provinsi Khyber Pakhtunkhwa Shah Farman, dan Ketua Majelis Nasional Asad Qaisar.

Imran Khan mengatakan bahwa pelaku tindakan mengerikan tersebut akan ditangkap dan dijatuhi hukuman yang berat. Melansir Daily Mail, Afridi telah ditugaskan di pengadilan anti-terorisme di Swat dua bulan sebelumnya.

Swat pernah menjadi wilayah yang dikuasai Taliban. Di wilayah itu, aktivis Malala Yousafzai ditembak mati oleh Taliban karena mengadvokasi pendidikan anak perempuan.

Militer Pakistan telah mengusir Taliban dari daerah itu pada 2009. Pengadilan anti-terorisme Pakistan didirikan untuk menangani beragam kasus mulai dari pendanaan teroris hingga penuntutan para pelaku penyerangan.

Para pengkritik mengatakan, undang-undang anti-terorisme di Pakistan juga telah digunakan untuk membungkam para pengkritik militer yang kuat di negara itu. (india today/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2