Haiti Dihantam Badai, Jumlah Korban Tewas Mencapai 1.941 - Waspada

Haiti Dihantam Badai, Jumlah Korban Tewas Mencapai 1.941

  • Bagikan
Usai diguncang gempa berkekuatan 7,2 magnitudo pada Sabtu lalu, Haiti pada Selasa diguyur hujan lebat yang disebabkan oleh Badai Tropis Grace, sehingga menyusahkan pekerjaan tim penyelamat mengevakuasi korban. Reuters

     PORT AU PRINCE, Haiti (Waspada): Usai diguncang gempa berkekuatan 7,2 magnitudo pada Sabtu lalu, Haiti pada Selasa (17/8/2021) waktu setempat diguyur hujan lebat yang disebabkan oleh Badai Tropis Grace, sehingga menyusahkan pekerjaan tim penyelamat.

     Pada saat gempa terjadi, puluhan ribu orang Haiti kehilangan rumah, sehingga tinggal sementara di pengungsian dengan tenda terpal. Saat Badai Tropis Grace membawa hujan deras di Haiti, itu menjadi masalah baru bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.

     Gempa hingga Rabu (18/8/2021) sedikitnya menewaskan 1.941 orang dan melukai lebih dari 6.900 lainnya, sementara banyak orang yang dilaporkan hilang.

     Pada Senin, para petugas penyelamat berusaha menggali puing-puing dalam upaya yang putus asa dapat menemukan korban dalam kondisi selamat di tengah hujan lebat. Hujan lebat membuat tanah menjadi lumpur yang membuat mereka yang tertimbun tanah lebih sulit diselamatkan.

     Menurut Pusat Badai Nasional AS (NHC), pada Selasa (17/8/2021) pukul 06.00 GMT, Badai Tropis Grace melada sebelah barat kota Les Cayes, dan bergerak lebih jauh ke barat menuju Jamaika.

     NHC sebelumnya telah memperkirakan bahwa Badai Tropis Grace dapat membuang curah hujan hingga 25 cm di daerah yang terkena dampak terburuk. Dikhawatirkan banjir tersebut bisa memicu terjadinya tanah longsor.

     Di Twitter, badan perlindungan sipil Haiti mendesak “wilayah tetangga yang ruangnya tidak terpengaruh” untuk membantu melindungi orang-orang terlantar. Bagian barat daya Haiti tampaknya mengalami kerusakan terparah akibat gempa, terutama di sekitar kota Les Cayes.

    Sementara, sejumlah rumah sakit kewalahan menangani korban dan kekurangan pasokan peralatan kesehatan untuk merawat mereka. Cukup sulit untuk merawat orang yang selamat dari bencana alam, karena rumah sakit itu sendiri berada di bawah ketakutan akan runtuh, sehingga membuat semuanya menjadi lebih sulit.

     Rumah sakit Les Cayes Ofatma dianggap sangat tidak aman jadi mereka merawat para pasien di luar. Di bawah tenda darurat dan pepohonan, digambarkan para pasien mengusir lalat di atas ranjang rumah sakit mereka di antara pasien lain yang berteriak kesakitan.

     Gempa dan badai menambah masalah yang dihadapi negara miskin Haiti, yang tenggelam dalam krisis politik setelah pembunuhan presidennya pada Juli.      Haiti telah dilanda serangkaian bencana alam selama beberapa tahun terakhir, termasuk Badai Matthew pada 2016. Yang paling mematikan adalah gempa bumi 2010 yang menewaskan lebih dari 200.000 orang dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan ekonomi Haiti. (bbc/m11)

  • Bagikan