Greta Thunberg Malas Menanggapi Donald Trump

  • Bagikan
Greta Thunberg dan Donald Trump. People

NEW YORK, AS (Waspada): Aktivis lingkungan Greta Thunberg mengatakan dirinya malas menghabiskan waktu berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Hal ini diungkapkannya dalam wawancaranya dengan BBC Radio 4, Senin (30/12/2019). Greta mengaku pernah satu forum dengan Trump ketika menghadiri pertemuan PBB untuk membahas perubahan iklim di New York, pada awal 2019.

Greta ditanya apa yang akan dia katakan kepada presiden 73 tahun itu, yang.  Ditanya seperti itu, aktivis berusia 16 tahun tersebut menjawab bahwa dia tidak akan mengatakan apa-apa karena Trump tidak mendengarkan ilmuwan dan pakar.

“Jadi, kenapa dia harus mendengarkanku? Aku mungkin tidak akan mengatakan sesuatu, aku tidak ingin menghabiskan waktuku,” ujarnya.

Mundur dari Perjanjian Paris

Diketahui, Trump memutuskan menarik diri dari Perjanjian Paris.  Padahal AS termasuk negara penyumbang emisi terbesar di dunia, bahkan tengah membalikkan standar pengaturan polusi yang disusun selama bertahun-tahun.

Diketahui, Greta dan Trump beberapa kali melempar sindiran bernada sarkas terkait perbedaan pandangan pada perubahan iklim. Sebelumnya, Trump mengejek gadis asal Swedia yang dinobatkan sebagai “Person of the Year” versi majalah Time tersebut.

“Sangat lucu. Greta harus mengatasi masalah kemarahannya, lalu pergi ke bioskop bersama temannya! Tenang, Greta, tenang!,”ujarnya.

Jauh sebelum itu, Trump juga mengejeknya terkait pidato emosional Greta di hadapan para pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB. “Dia gadis muda yang sangat senang, menantikan masa depan yang indah dan bersinar. Sangat menyenangkan melihatnya,” katanya dari akun Twitter-nya.

Tak hanya Trump, Presiden Brazil dari ekstrem kanan, Jair Bolsonaro, juga pernah melontarkan kritikan terhadap Greta Thunberg. “Sangat mengejutkan jumlah pemberitaan yang diberikan media kepada bocah nakal itu,” ungkapnya dalam bahasa Portugis.

Ketika dimintai komentar pada pengkritiknya, Greta mengatakan ucapan-ucapan itu lucu belaka karena jelas tidak bermakna apa-apa. “Menurutku, tentu itu bermakna sesuatu. Mereka takut pada anak muda yang membawa perubahan yang mereka tidak inginkan, tapi itu bukti kalau kami melakukan sesuatu dan mereka melihatnya sebagai sebuah ancaman,” balasnya. (bbc/And)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *