Gorila Terancam Punah Mati Ditombak Pemburu - Waspada

Gorila Terancam Punah Mati Ditombak Pemburu

  • Bagikan
Rafiki, gorila langka yang terancam punah ini tewas ditombak oleh pemburu liar. New York Times

KAMPALA, Uganda (Waspada): Rafiki, seekor gorila gunung yang terkenal di Uganda dan terancam punah, dilaporkan mati setelah ditombak oleh pemburu. Benda tajam menembus organ dalam tubuhnya.

Otoritas Alam Liar Uganda (UWA) menyatakan, kematian Rafiki adalah “pukulan telak” bagi mereka. Karena saat ini, hanya tersisa 1.000 ekor gorila gunung. Rafiki, yang merupakan pemimpin dari kawanan berisi 17 ekor gorila, diyakini berusia 25 tahun ketika ditombak di Taman Nasional Impenetrable Bwindi.

“Kematiannya menyebabkan kelompok itu mulai tidak stabil. Ada kemungkinan mereka akan tercerai berai,” jelas Bashir Hangi dari UWA kepada BBC.

Karena tidak ada kepemimpinan, ada kemungkinan kelompok itu diambil alih pejantan lain. Pakar menerangkan, kelompok tersebut sudah terhabituasi. Artinya, mereka sudah terbiasa dengan kehadiran manusia di lingkungan mereka.

Bangkai Rafiki ditemukan pada 2 Juni, satu hari setelah dia dilaporkan menghilang. Petugas langsung melakukan pelacakan pelaku. Mereka menelusurinya hingga ke desa terdekat.

Otoritas setempat bergerak cepat dengan menangkap empat pelaku. Keempat pria itu telah ditangkap setelah sebuah laporan pasca kematian mengungkapkan bahwa Rafiki mengalami cedera oleh benda tajam yang menembus bagian kiri atas perut hingga ke organ-organ internal.”

Salah satu pria yang ditangkap ditemukan memiliki daging babi liar, tali dan jerat kawat juga tombak. Jika terbukti bersalah, mereka bisa dipenjara seumur hidup atau mendapat denda US$5,4 juta (sekitar Rp76 miliar) karena membunuh hewan terancam punah.

Diyakini keempat pelaku itu awalnya berburu binatang yang lebih kecil di taman. Dia terpaksa membunuh Rafiki sebagai bentuk pertahanan diri karena diserang. Keempat pelaku tersebut bakal dijerat menggunakan undang-undang perlindungan alam liar yang sudah disahkan pada tahun lalu.

Gorila gunung merupakan atraksi populer di taman, dengan UWA begitu mengandalkan kedatangan wisatawan guna menggenjot pemasukan. Taman Nasional Bwindi Impenetrable merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak dekat perbatasan Uganda dengan Republik Demokratik Kongo.

Taman nasional ini merupakan hutan tropis lebat seluas 320 kilometer persegi yang merupakan rumah bagi primata, gajah, antelop dan satwa liar lainnya. Wisatawan sebagian besar tertarik mengunjungi taman nasional yang memiliki sekitar 400 gorila gunung, jumlahnya kira-kira setengah dari populasi dunia. (bbc/m11)

  • Bagikan