Waspada
Waspada » Gereja Bersejarah Di Prancis Terbakar, Ada Kemungkinan Disengaja
Internasional

Gereja Bersejarah Di Prancis Terbakar, Ada Kemungkinan Disengaja

Pemadam kebekaran merusaha menanggulangi api yang membakar Katedral Gothic Nantes, Prancis, Sabtu waktu setempat. AP

PARIS, Prancis (Waspada): Katedral Gothic Nantes, Prancis, mengalami kebakaran. Sejumlah benda penting nan bersejarah di dalam gereja itu, hilang.

Kebakaran membuat organ gereja, artefak dan sejumlah lukisan abad 17, hilang. Saksi mata menyebut api terlihat di 3 titik di bagian belakang gereja.

“Ketika kami tiba di tempat di mana kebakaran terjadi, Anda melihat tiga titik kebakaran terpisah,” kata Jaksa Nantes, Pierre Sennes kepada AFP, Minggu (19/7/2020).

100 petugas pemadam kebakaran dikerahkan. Polisi masih menyelidiki hilangnya sejumlah benda penting di dalam gereja itu. Namun, petugas yang berwenang tidak menemukan adanya tanda-tanda pembobolan.

Pejabat Katolik Pastor François Renaud menyebut hilangnya benda-benda bersejarah di dalam gereja merupakan ‘pukulan telak’. Total kerugian belum dapat ditaksir.

“Organ paduan suara telah menjadi aura bersama dengan paduan suara yang berdampingan. Jendela-jendela kaca patri asli di belakang organ besar itu semuanya hancur,” katanya.

Para pihak berwenang mengatakan, kobaran api yang muncul di dalam katedral legendaris itu diduga karena ulah oknum yang sengaja membakar.

Jaksa Pierre Senne mengatakan kepada wartawan, ada 3 lokasi kebakaran di sana dan pihak berwenang menangani insiden itu sebagai tindakan kriminal.

Penyelidikan pun telah diluncurkan. Katedral legendaris itu sebagian hancur di Perang Dunia II, akibat pengeboman Sekutu pada 1944.

Kemudian pada 1972 kebakaran merusak atap katedral, yang baru bisa dipulihkan 13 tahun kemudian. “Itu bagian dari sejarah kami, bagian dari warisan kami,” ujar Wali Kota Nantes Johanna Rolland dikutip dari Sky News Sabtu (18/7/2020).

“Kami semua teringat kejadian ini di pikiran, cerita ini di hati kita, tetapi pada tahap ini, situasinya tampaknya tidak bisa dibandingkan dengan 1972.”

Sementara itu Perdana Menteri Prancis Jean Castex dan Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, telah berkunjung ke lokasi pada Sabtu sore waktu setempat.

Kebakaran di Katedral St Pierre dan St Paul ini terjadi lebih dari setahun usai kebakaran besar di Katedral Notre-Dame di Paris terbakar yang menghancurkan atapnya. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2